bank bjb
  

Ini Reaksi Wali Kota Azis Soal Kota Cirebon Masuk Zona Merah Tunggal se-Jabar usai Lebaran

  Senin, 24 Mei 2021   Erika Lia
Ini Reaksi Wali Kota Azis Soal Kota Cirebon Masuk Zona Merah Tunggal se-Jabar usai Lebaran
Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis (depan, ke-2 dari kiri) didampingi Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi (depan, paling kiri) saat konferensi pers ihwal Kota Cirebon sebagai daerah tunggal se-Jabar yang terkategori zona merah.
KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM- Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis terkesan gemas mengetahui Kota Cirebon sebagai daerah tunggal di Jawa Barat yang terkategori zona merah pasca Idulfitri 2021.
 
Ini bukan kali pertama Kota Cirebon menjadi satu-satunya daerah berisiko tinggi penyebaran Covid-19 se-Jabar. Memasuki akhir Februari lalu, daerah berjuluk Kota Udang ini pernah pula menyandang predikat itu.
 
Dalam sebuah konferensi pers di Balai Kota Cirebon, Senin, 24 Mei 2021, Azis sempat terdengar gusar. Dengan intonasi tinggi dan penuh penekanan, dia menyatakan tidak bangga dengan status yang disandang Kota Cirebon kali ini.
 
"Saya tidak bangga, tapi inilah akibatnya kalau masyarakat tidak sadar," tuturnya.
 
Lagi, masyarakat Kota Cirebon maupun daerah lain di sekitar Cirebon Raya/Ciayumajakuning untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.
 
Dia bahkan meminta masyarakat di luar Kota Cirebon untuk tak datang ke kota ini. Bila pun hendak datang, wajib menerapkan prokes.
 
"Jangan datang ke Kota Cirebon tanpa prokes. Yang mau datang ke Cirebon, wajib proteksi diri, jangan sampai tertular dan menularkan," serunya mengingatkan.
 
Tak hanya setiap individu diingatkan menerapkan prokes bagi kesehatan diri sendiri dan orang lain, khusus masyarakat Kota Cirebon dimintanya pula berperan aktif mengingatkan sesama.
 
"Karena kita masuk zona bahaya. Masyarakat Kota Cirebon harus waspada bahaya Corona," kata Azis yang pernah harus dikarantina akibat terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 ini.
 
Para pengelola pusat keramaian, termasuk pusat belanja, diminta berperan menjaga pengunjung dengan mengingatkan penerapan prokes.
 
"Bagaimana pun kerasnya pemerintah daerah terapkan prokes, kalau masyarakat tak sadar, tak akan berhasil," cetusnya.
 
Meski berada dalam zona merah, pihaknya tak melarang aktivitas ekonomi. Karena itu, publik diingatkan mengurangi aktivitas dan menerapkan prokes seoptimal mungkin demi kepentingan bersama.
 
Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi dalam kesempatan itu menjelaskan, hasil evaluasi Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat menilai skor risiko penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon sebesar 1,75.
 
"Hasil evaluasi Satgas Provinsi per 17-23 Mei 2021, Kota Cirebon satu-satunya zona merah di Jabar dengan skor 1,75," jelasnya.
 
Dia mengakui, selama periode itu ada peningkatan kasus Covid-19 secara signifikan pasca Idulfitri 2021. Kenaikan kasus diketahui terjadi pada 19 Mei 2021 dengan 29 kasus.
 
Jumlah itu terus bertambah, hingga mencapai puncak pada 22 Mei 2021 sejumlah 73 kasus.
 
"Tapi, tingkat kesembuhan di Kota Cirebon juga meningkat sekitar 88,6%," ujarnya.
 
Secara keseluruhan, terdata 5.524 kasus Covid-19 di Kota Cirebon. Dari jumlah itu, 207 orang meninggal dunia, 436 orang masih karantina, dan 4.881 orang pulih.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar