bank bjb
  

Doa Nabi Zakaria Minta Keturunan dan Cepat Hamil, Latin dan Artinya

  Selasa, 25 Mei 2021   A. Dadan Muhanda
Doa Nabi Zakaria Minta Keturunan dan Cepat Hamil, Latin dan Artinya
Ilustrasi bayi. Doa memiliki keturunan dianjurkan agar cepat hamil

 AYOCIREBON.COM--Memiliki anak keturunan atau momongan merupakan keinginan setiap mayoritas umat yang sudah menikah.

Selain ikhtiar melakukan hubungan suami istri Yang sah, berdoa agar cepat diberikan keturunan dan memiliki anak yang Sholeh juga dianjurkan dalam Islam.

Bagi srbagian pasangan, memiliki anak memang bukan perkara mudah. Namun, usaha untuk memiliki keturunan harus tetap dilakukan.

Selain itu, ada hal yang tidak kalah penting yaitu membaca doa agar segera diberikan keturunan, di antaranya membaca doa yang terdapat dalam surat al-Anbiya' ayat 89.

Doa ini diangkat dari kisah Nabi Zakaria yang mengalami cobaan yaitu belum memiliki keturunan setelah puluhan tahun. 

Berikut doa agar cepat dikaruniai anak:

 

رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَ أَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ

 

 

 

Robbi laa tadzar nii fardan wa anta khoirul waaritsiin

 

Artinya:

 

“Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik." (QS.Al-Anbiya' :89)

 

Dalam tafsir Tahlili terbitan Alquran Kementerian Agama dijelaskan bahwa pada ayat tersebut Allah mengarahkan perhatian Nabi Muhammad saw dan umatnya kepada kisah Nabi Zakaria. Karena ia tidak mempunyai anak, maka ia merasa kesepian dan tidak mempunyai seorang pun keturunan yang akan menggantikan dan melanjutkan perjuangannya bila ia telah meninggal dunia.

Sebab itu, ia berdoa kepada Allah agar Dia tidak membiarkannya hidup tanpa keturunan. Pada akhir ayat ini disebutkan ucapan Nabi Zakaria setelah ia mengucapkan doanya itu. Lalu ia berkata, “Dan Engkau adalah ahli waris yang paling baik?”

Maksudnya ialah bahwa apabila Allah menghendaki tidak akan menganugerahkan keturunan kepadanya, maka ia pun rela dan tidak berkecil hati, karena ia yakin bahwa Allah akan tetap memelihara agamanya, dan tidak akan menyia-nyiakan agamanya dan Allah tentu akan memilih orang yang paling tepat sebagai pengganti Zakaria setelah wafatnya. Kisah ini telah dibahas lebih luas dalam Surah Ali Imran dan Surah Maryam.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar