bank bjb
  
Yamaha

15 Tahun Lalu Yogya Diguncang Gempa: Ratusan Ribu Rumah Rusak, 1 Juta Orang Mengungsi

  Kamis, 27 Mei 2021   Praditya Fauzi Rahman
15 Tahun Lalu Yogya Diguncang Gempa: Ratusan Ribu Rumah Rusak, 1 Juta Orang Mengungsi
ilustrasi Gempa bumi di Yogyakarta - (Republika/Darmawan)

YOGYAKARTRA, AYOCIREBON.COM -- 15 tahun lalu, 27 Mei 2006, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diguncang gempa bumi berkekuatan 5,9 Skala Richter sekitar pukul 05.55 WIB. Walau berlangsung kurang dari semenit, tepatnya 57 detik, memori gempa Yogyakarta 2006 seakan abadi.

Ahli Geologi Pusat Studi Bencana ITS, Dr Ir Amien Widodo menjelaskan, gempa yang terjadi sekitar 1½ dekade itu mengakibatkan rumah-rumah warga rusak, juga merenggut korban yang tak sedikit.

Amien menyebutkan, sejumlah rumah yang roboh itu didominasi bangunan berbahan bata tanpa tulang. Sedangkan, rumah yang rusak ringan atau tidak mengalami kerusakan adalah rumah yang memiliki tembok serta arsitektur yang terstruktur tulangan dan balok.

Amien menegaskan, masyarakat bisa belajar dari kejadian gempa darat tersebut. Menurutnya, hancurnya bangunan disebabkan oleh faktor internal bangunan dan faktor eksternal, dalam hal ini adalah magnitudo gempa, pergeseran sesar, hingga dan respon tanah terhadap gempa.

Laporan kerusakan dan kerugian dari PUPR dan Bappenas menyebutkan, 7.863 orang luka ringan, 5.760 orang meninggal dunia, hingga 29.277 orang luka berat. Sedangkan, lebih dari 1 juta orang mengungsi di penampungan-penampungan sementara.

Kerugian fisik yang dialami masyarakat DIY akibat kehilangan hunian mencapai 175.671 unit dan 104.084 unit di wilayah Jawa Tengah (Jateng). Selain hunian warga, kerugian fisik juga membengkak cukup signifikan pada pelbagai fasilitas yang dipergunakan untuk beragam kegiatan ekonomi produktif.

Untuk kerugian finansial akibat bencana gempa bumi itu diprediksi mencapai Rp 29.1 Triliun. Dari jumlah tersebut, perumahan sebagai sektor yang paling banyak menderita kerugian, yakni Rp 15.3 triliun, kemudian sektor usaha produktif sekitar Rp 9 triliun, hingga fasilitas publik sekitar Rp 4 triliun.

Gempa di Darat Rawan Timbulkan Kerusakan

Amien menyatakan, banyak kota besar di Indonesia yang letaknya berdekatan dan dilewati jalur sesar aktif. Misalnya, seperti jalur Sesar Lembang yang letaknya cukup dekat dengan Kota Bandung. Lalu, ada pula Sesar Cimandiri yang melintas dekat Kota Sukabumi serta Sesar Opak yang jalurnya dekat DIY. Menurutnya, gempa darat akibat sesar aktif yang membelah kota terbukti bisa meluluhlantakan bangunan dan mengakibatkan ribuan orang menjadi korban di beberapa lokasi.

Amien menyebut, salah satu contohnya adalah yang terjadi di Padang Sumatra Barat tahun 2009, Bener Meriah, Nangroe Aceh Darussalam tahun 2012, Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Palu, Sulawesi Tengah di tahun 2018, hingga Mamuju, Sulawesi Barat di tahun 2021.

"Ada ilmu yang harus kita jadikan pelajaran penting di masa depan saat gempa Jogja 2006, yang terjadi 15 tahun lalu, tepatnya 27 Mei 2006," ujar Amien, mengutip Ayosurabaya.com, Kamis (27/5/2021).

Amien menuturkan, Pusat Gempa Nasional 2017 telah menyebutkan bahwa banyak kota di Indonesia yang dilintasi sesar aktif dan berpotensi gempa. Mulanya, hanya berjumlah 80. Pada penelitian tahun 2017 menjadi 285 sesar aktif.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar