bank bjb
  

PPDB Jabar, Uu Ancam Cabut Izin Operasional Sekolah Bila Ada Oknum Berbisnis

  Kamis, 27 Mei 2021   Heru Rukanda
PPDB Jabar, Uu Ancam Cabut Izin Operasional Sekolah Bila Ada Oknum Berbisnis
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum. (Dok Humas Pemprov Jabar)

TASIKMALAYA, AYOCIREBON.COM -- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum memperingatkan seluruh sekolah baik swasta atau pun negeri di Jabar untuk tidak memanfaatkan momen penerimaan peserta diri baru (PPDB) untuk mengambil keuntungan yang tidak wajar.

Ia bahkan tidak segan mencabut izin operasional sekolah jika ditemukan sekolah yang memanfaatkan momen PPDB sebagai ajang bisnis karena akan mengganggu dunia pendidikan di Jabar.

"Kita berharap para kepala sekolah swasta atau negeri jangan memanfaatkan penerimaan siswa baru ini untuk mengambil keuntungan yang tidak wajar," ujar Uu di Tasikmalaya, Kamis, 27 Mei 2021.

"Kalau terlalu mahal akan kami evaluasi tentang surat izin operasionalnya. Kalau itu di luar kewajaran tidak menutup kemungkinan kami akan cabut izin opersionalnya," sambungnya.

Menurut Uu, pemerintah provinsi akan mengawasi sekolah-sekolah yang memanfaatkan dan akan bertanya terkait tujuan mendirikan sekolah untuk tujuan pendidikan atau tujuan bisnis.

"Kalau mau ke tujuan bisnis jangan masuk ke wilayah pendidikan karena masih ada jalur lain untuk mendapat uang," ucapnya.

Ia mengatakan, kalau bisnis masuk ke wilayah pendidikan nanti ada stigma dari masyarakat bahwa pendidikan itu mahal. Padahal pendidikan itu hak seluruh masyarakat dan tanggung jawab pemerintah.

"Pendaftaran awal tahun ajaran baru jangan sampai puluhan juta. Siapapun yang ingin membantu pemerintah dalam bidang pendidikan tolong jangan ada unsur bisnis dan jangan terlalu mahal dalam meminta anggaran kepada orang tua wali murid," kata Kang Uu.

Ia menjelaskan, pemerintah memberikan bantuan Rp600 ribu per siswa. Kalau ada tambahan biaya lain itu sah-sah saja asal tidak membebani masyarakat.

"Kami berikan warning sekolah jangan terlalu mahal biaya pendidikan," tegasnya.

Ia menambahkan, Jabar menjadi juara kalau memiliki kemampuan dan keahlian yang berawal dari pendidikan.

"Kami akan perjuangkan apa yang diharapkan para guru khususnya dalam kenaikan TPP (tunjangan profesi guru). Sebenarnya kata kepala dinas kan sudah ada. Namun, karena dialihkan kepada wilayah murid melalui BPOM," pungkasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar