bank bjb
  

Kasus Mutasi Covid-19 di Indonesia Terus Bertambah, Pakar Ingatkan Kelahiran Varian Baru

  Jumat, 28 Mei 2021   Suara.com
Kasus Mutasi Covid-19 di Indonesia Terus Bertambah, Pakar Ingatkan Kelahiran Varian Baru
ilustrasi waspada terhadap Covid-19. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Kasus mutasi Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Hingga Kamis, 27 Mei 2021, bahkan  dilaporkan sudah mencapai 54 kasus.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, jumlah tersebut diketahui usai Kementerian Kesehatan memeriksa 1.744 sampel dari seluruh Indonesia.

Dante mengatakan sampel itu diperoleh dari setiap daerah yang memang diwajibkan mengumpulkan 5 sampai 10 sampel setiap minggu.

Setelah diperiksa dan dilihat berapa jumlah varian of concern, lanjut Dante, dari data tersebut akan dilakukan tracing yang spesifik apabila ditemukan varian of concern berupa mutasi dari India, Inggris, dan Afrika Selatan.

"Ternyata dari evaluasi yang kami lakukan ada beberapa mutasi yang sudah terjadi. Ada 54 kasus mutasi yang terjadi," ujar Dante, dikutip Ayocirebon.com dari Suara.com, Jumat, 28 Mei 2021.

Dante berujar kasus mutasi yang terjadi kemudian dibedakan antara kasus mutasi yang berasal dari luar dan tidak ada kontak dari sumber luar.

"Artinya ada 54 kasus varian of concern, yaitu kasus mutasi yang ada di Indonesia, 35 di antaranya itu adalah varian of concern yang berasal dari migrasi dari luar Indonesia. Sedangkan 19 di antaranya tidak ada kontak dengan Indonesia," ujar Dante.

Berdasarkan evaluasi tersebut Dante menyimpulkan bahwa sudah ada penyebaran kontaminasi lokal di Indonesia untuk varian of concern yang terjadi secara mutasi.

"Jadi mutasinya sudah terjadi di beberapa tempat di Indonesia, di beberapa provinsi di Indonesia baik transmisi lokal maupun transmisi impor," kata Dante.

Kelahiran Mutasi Covid-19 yang baru

Covid-19 pun masih berpotensi melahirkan mutasinya yang baru. Hal ini dinyatakan oleh Ravi Gupta, profesor mikrobiologi klinis di University of Cambridge.

Kemungkinan ini, ujar dia, bisa terjadi lantaran Covid-19 tidak bisa diprediksi. Karena itu, adaptasi harus selalu dilakukan pada vaksin-vaksin yang dibuat.

"Saya pikir kami memiliki vaksin yang baik, sekarang kita perlu menekankan pada desainer dan produsen untuk mengadaptasi vaksin (ke mutasi corona)," kata profesor Gupta seperti yang dikutip dari Independent.

Dia mengatakan, virus akan melakukan beberapa hal tidak terduga dan bisa saja menciptakan virus super mutan.

Meskipun begitu, Profesor Gupta menegaskan bahwa mutasi tidak selalu mencipakan strain yang lebih mengerikan.

"Sulit untuk mengatakan apa yang akan terjadi, tetapi virus akan menemukan cara untuk menjadi lebih menular," imbuhnya.

Terkait mutasi Covid-19 yang baru, baru-baru ini juga ditemukan virus yang diidentifikasi merangkap tiga mutasi virus. Penemuan itu terjadi di Yorkshire dan Humber, sebuah wilayah di Inggris.

Meskipun belum ditemukan bukti virus tersebut lebih menular atau kebal terhadap vaksin Covid-19, virus tersebut sudah menulari sejumlah orang.

Badan Kesehatan Masyarakat Inggris sedang menyelidiki varian baru virus corona yang disebut VUI-21MAY-01 atau AV.1 tersebut.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar