bank bjb
  
Yamaha

Unik! SMAN 6 Kota Cirebon Gelar Wisuda Kelulusan Secara Drive Thru

  Sabtu, 29 Mei 2021   Erika Lia
Unik! SMAN 6 Kota Cirebon Gelar Wisuda Kelulusan Secara Drive Thru
Kepala SMAN 6 Kota Cirebon, Hartono (paling kanan) menyerahkan ijazah kepada salah satu lulusan pada upacara kelulusan lantatur yang digelar dengan pertimbangan pandemi Covid-19

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM- Sebanyak 350 siswa SMA Negeri 6 Kota Cirebon kelulusan 2020/2021 mencetak sejarah pada tradisi upacara kelulusan mereka yang menggunakan metode unik secara lantatur (drive thru), Sabtu, 29 Mei 2021.

Metode ini digunakan dengan pertimbangan Pandemi Covid-19 yang belum usai. Hingga kini, pandemi telah memasuki tahun ke-2 sejak penyebarannya pertama kali di Indonesia pada 2020.

Dalam upacara bertajuk "Graduation Drive Thru By Motorcycle" itu, setiap siswa wajib menggunakan sepeda motor dengan bertindak sebagai pembonceng.

Screenshot-20210529-164741

Di gerbang masuk, pengemudi dan siswa menjalani pengukuran suhu tubuh dan menggunakan cairan pencuci tangan yang disodorkan pihak panitia. Izin masuk diberikan hanya bagi mereka yang bersuhu tubuh normal.

Dengan pengaturan jarak, siswa yang lulus lantas menuju titik yang ditentukan untuk menerima pengalungan medali dan ijazah kelulusan dari pihak sekolah.

Sementara itu, pengemudi membawa sepeda motornya ke titik akhir, tempat suvenir akan diberikan bagi siswa yang lulus.

Selama prosesi, suguhan musik akustik yang dibawakan pemusik secara langsung turut mengiringi.

Seusai menerima medali dan ijazah kelulusannya, siswa yang lulus lantas menuju titik photo booth untuk berfoto.

Selanjutnya, siswa bersangkutan diarahkan ke titik di mana pengemudi yang mengantarnya menanti beserta suvenir yang akan diterimanya.

Prosesi pun selesai dan siswa kembali mengendarai sepeda motor untuk kembali pulang.

Kepala SMAN 6 Kota Cirebon, Hartono mengungkapkan, upacara kelulusan lantatur dimungkinkan pertama digelar di Kota Cirebon. Idenya sendiri datang dari para siswa.

"Mereka menghendaki ada upacara kelulusan yang bisa dikenang. Wajar saja, 3 tahun belajar merupakan masa yang cukup lama, masak iya enggak ada kenangan sama sekali," tuturnya kepada Ayocirebon.com di sela prosesi.

Aspirasi siswa itu pun lantas digodok pihak sekolah. Dari beberapa opsi prosesi upacara kelulusan, belakangan diputuskanlah metode lantatur.

"Tapi khusus sepeda motor karena lebih cepat dan lebih simpel," jelasnya didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ayi Subhan.

Rencana upacara kelulusan lantatur sempat menghadapi kendala ketika Kota Cirebon ditetapkan Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat sebagai zona merah tunggal.

Pihak sekolah pun lantas berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Cirebon terkait rencana mereka di tengah situasi itu.

Baik Hartono dan Ayi memastikan, upacara kelulusan lantatur kemudian telah mengantongi izin satgas.

Tak hanya mengizinkan, satgas bahkan mengapresiasi gagasan upacara kelulusan lantatur dan berharap semua aktivitas, termasuk ekonomi, di Kota Cirebon menggunakan metode itu.

"Asalkan aktivitas (lantatur) tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Yang jadi masalah kalau melanggar prokes," tambah Hartono.

Ayi meyakinkan, setiap 1 siswa menjalani prosesi kelulusan setidaknya 2 menit saja.

"Mereka terutama wajib pakai masker, baik pengemudi sepeda motor maupun siswa yang lulus," ujarnya.

Untuk mencegah kerumunan, pihaknya mengatur pembagian waktu prosesi kelulusan per kelas secara bertahap.

Selain penerapan prokes, siswa yang lulus pula wajib mengantongi surat izin orang tua sebelum menjalani prosesi.

Hartono tak menampik upacara kelulusan lantatur menjadi salah satu momen bersejarah yang belum pernah dilakoni siswa SMAN 6 Kota Cirebon.

Screenshot-20210529-163553

Sebelum pandemi, upacara kelulusan umumnya digelar di gedung. Namun, sejak Covid-19 mewabah, pihaknya harus mengatur ulang strategi demi kesehatan semua orang.

"Pada upacara kelulusan 2019/2020, siswa harus mengikuti secara daring karena masih awal pandemi. Tahun ini, kami gelar dengan metode lantatur sebagai salah satu momen yang juga bersejarah," papar Hartono.

Selain alasan kesehatan, upacara kelulusan lantatur juga dipandangnya sebagai upaya mengangkat kepedulian sosial terhadap jasa ojek online (ojol).

Bagi siswa yang tak memiliki atau tak punya kesempatan diantar keluarga menggunakan sepeda motor, mereka dapat memanfaatkan jasa ojol.

"Kami sarankan awalnya dibonceng dengan anggota keluarga sendiri dulu. Kalau enggak ada, baru pake ojol," ungkapnya.

Bila pun ke-2 opsi itu tak bisa dilakukan, tambah Ayi, panitia siap mengantar siswa yang lulus dengan mengendarai sepeda motor.

"Jadi, siswa yang biasanya pakai angkutan umum, bisa turun di depan sekolah. Dari gerbang masuk sekolah, panitia akan mengantar ke titik upacara dengan sepeda motor sampai prosesi selesai," terangnya.

Tahun ini, tingkat kelulusan SMAN 6 Kota Cirebon sendiri diketahui mencapai 100%.

Sementara, salah seorang siswa yang lulus, M. Hafiz asal Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon menilai, upacara kelulusan lantatur lebih baik dibanding terbatas secara daring.

"Maklum saja karena sedang seperti ini (pandemi) sehingga di gedung enggak memungkinkan. Ini (lantatur) lebih baik daripada (upacara kelulusan) online," akunya.

Terlebih, fakta dirinya sebagai bagian dari pencetak sejarah upacara kelulusan yang unik di Kota Cirebon, nyatanya cukup pula membanggakan siswa Kelas XII IPA 4 ini.

Namun begitu, dia masih menyimpan asa dapat melangsungkan upacara kelulusan di gedung seperti alumni lainnya.

"Tapi, tetap saja ini lebih baik daripada tidak ada sama sekali," tandas Hafiz yang bercita-cita melanjutkan pendidikannya ke Jurusan Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) di Cirebon ini.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar