bank bjb
  

Hoaks dan Mitos Infeksi Jamur yang Serang Pasien Covid-19

  Minggu, 30 Mei 2021   Suara.com
Hoaks dan Mitos Infeksi Jamur yang Serang Pasien Covid-19
Ilustrasi infeksi jamur hitam atau mucormycosis. (Wikimedia Commons/Ran Yuping et al. (CC))

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Kasus Covid-19 India diperparah dengan para pasiennya yang terinfeksi jamur hitam. Sayangnya di tengah bencana itu, banyak kabar tidak benar sehingga membuat masyarakat kian panik.

Misalnya, soal informasi yang tersebar di media sosial bahwa sayuran yang disimpan di lemari es juga bisa mengandung jamur hitam dan menyebarkannya ke manusia.

Tentu hal tersebut perlu diluruskan. Berikut Ayocirebon.com rangkum terkait hoaks terkait infeksi jamur ini, berikut mitos-mitos soal infeksi tersebut, dilansir dari Suara.com.

Hoaks Infeksi Jamur

Sebuah postingan di Facebook yang diterbitkan menggunakan Bahasa Hindi, meminta orang-orang untuk berhati-hati mengolah sayuran yang disimpan dalam kulkas, termasuk bawang karena bisa menyebarkanjamur hitam.

"Hati-hati membeli bawang bombay di pasaran dan menyimpannya di kulkas. Kotoran atau jamur hitam yang terlihat pada kulit luar bawang merupakan jamur hitam beracun yang menyebabkan mukormikosis," ujarnya dalam unggahannya tersebut dikutip dari Times of India.

hoaks-infeksi-jamur

Klaim itu menjelaskan bahwa jamur hitam pada kulit luar bawang bombay bisa menyebar ke manusia. Sedangkan, bawang bombay ini cukup sering digunakan dalam berbagai jenis masakan.

Bahkan pengunggah juga mengatakan bahwa jamur hitam pada bawang dan sayuran itu juga bisa berkumpul di permukaan lemari es dan menyebabkan kerusakan.

Faktanya, klaim tersebut sepenuhnya tidak benar. Karena, cara penularan jamur hitam juga tidak melalui objek belaka, seperti buah dan sayuran. Pertama, jamur yang terbentuk di dalam lemari es dan kotoran jamur yang ada di luar bawang sama sekali berbeda dengan infeksi jamur hitam.

Menurut para ahli, jamur yang tumbuh di dalam lemari es mungkin disebabkan oleh beberapa jenis bakteri atau ragi. Meskipun jamur di lemari es itu berbahaya dan bisa menyebabkan kontaminasi.

Tapi, infeksinya tidak menunjukkan gejala spesifik, seperti infeksi jamur hitam. Sedangkan, jamur yang ada di kulit luar bawang merupakan hasil dari jamur yang ditemukan di dalam tanah.

Karena itu, Anda memang harus mencuci semua sayuran atau bawang-bawangan sebelum mengolahnya. Tapi, jamur pada bawang sendiri biasanya tidak menular.

Sebaliknya, infeksi jamur hitam menyebar dengan cara yang sangat berbeda dan lebih banyak gejala, Menurut ahli kesehatan, angka kematiannya mencapai 50 persen.

Infeksi jamur hitam yang menyebar melalui jamur mycormetes ada di lingkungan sekitar. Sora infeksius menyebabkan penyakit berbahaya ketika seseorang yang berisiko terinfeksi menghirupnya melalui permukaan yang terkontaminasi, seperti lingkungan lembap.

Sederhananya, jamur tidak menyebar melalui makanan yang Anda konsumsi atau benda yang disentuh. Tapi, Anda juga bisa terinfeksi bila menghirup jamur ini dari permukaan yang terkontaminasi.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa penggunaan air yang tidak difilter atau tidak bersih yang digunakan untuk oksigenasi dalam kasus virus corona Covid-19 juga bisa menjadi sumber penularan penyakit.

Selain itu, infeksi jamur hitam ini juga tidak menular ke semua orang meskipun tingkat kematiannya sekarang cukup tinggi. Direktur AIIMS dan ahli medis ternama, Dr Randeep Guleria, orang yang menderita diabetes ekstrem atau tidak terkontrol, pasien yang menggunakan steroid cukiup lama dan orang dengan kekebalan rendah termasuk kelompok berisiko.

Infeksi jamur hitam ini juga menyerang orang yang menderita penyakit penyerta parah atau rutin mengonsumsi obat yang menekan kekebalan tubuh untuk melawan infeksi.

Selain itu, infeksi jamur hitam bisa didiagnosis dan dideteksi dengan mengambil sampel cairan dari saluran sinus, pencitraan jaringan dan riwayat medis sebelumnya.

Informasi mengenai infeksi jamur hitam ini juga telah diklarifikasi oleh sejumlah ahli medis dan dokter. Panduan dan informasi juga telah dicantumkan oleh Indian Council of Medical Research (ICMR) di media sosial.

Mitos Infeksi Jamur

Perlu dipahami bahwa semua jenis infeksi jamur, yakni jamur hitam putih dan kuning disebabkan oleh jamur yang sudah ada di lingkungan.

Jamur ini tidak menyebabkan infeksi apapun pada orang yang sehat. Tapi, orang dengan kekebalan lemah atau menderita masalah kesehatan mendasar bisa mengembangkan infeksi jamur tersebut.

hari-ini-kasus-covid-19-global-tembus-angka-16-juta

Gejala infeksi jamur meliputi demam, lesi kulit, sesak napas, sakit kepala dan kelelahan. Kondisi ini bisa diobati dengan baik bila terdeteksi cepat, Berikut ini dilansir dari Times of India, beberapa mitos seputar infeksi jamur.

1. Infeksi jamur menular
Infeksi jamur hitam, putih maupun kuning iini tidak menular, artinya tidak bisa ditularkan ke orang yang sehat setelah kontak dengan penderita. Jamur biasanya ada di lingkungan sekitar dan semua orang bisa menghirupnya.

Tapi, jamur ini hanya bisa menyebabkan infeksi pada orang dengan kekebalan lemah, penggunaan steroid berlebihan dan diabetes tidak terkontrol. Asupan seng dan kombinasi antibiotic yang digunakan utnuk mengobati virus corona juga dikaitkan sebagai penyebab infeksi jamur.

2. Hanya orang sakit yang mengalami gejala infeksi jamur
Sebenarnya, sulit untuk menghindari jamur yang menyebabkan infeksi jamur ini karena selalu ada di sekitar, terutama di tanah dan bahan organik yang membusuk. Daun, tumpukan kompos atau kayu busuk bisa menyebabkan infeksi jamur pada siapa pun yang memiliki sistem kekebalan lemah, menderita diabetes dan HIV.

3. Infeksi jamur putih lebih berbahaya dari jamur hitam
Banyak laporan yang menyatakan bahwa infeksi jamur putih lebih berbahaya daripada infeksi jamur hitam. Tapi, itu tidak benar. Jamur putih sama berbahayanya dengan jamur hitam.

Menurut sejumlah ahli, infeksi jamur putih yang dilaporkan tidak lain adalah kandiddiasis. Bahkan beberapa menekankan bahwa mukormikosis atau infeksi jamur hitam lebih invasif dan bisa menyebabkan banyak kerusakan pada sinusm mata, otak dan memerlukan pembedahan ekstensif.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar