bank bjb
  

57 Ribu Desa Didorong Ikut Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

  Senin, 31 Mei 2021   Erika Lia
57 Ribu Desa Didorong Ikut Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021
Menparekraf RI, Sandiaga Uno (paling kiri) bernyanyi bersama warga dengan musik gamelan yang ditabuh artis Cinta Laura (duduk, tengah) kala mengunjungi Desa Wisata Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KUNINGAN, AYOCIREBON.COM -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno mendorong 57.000 desa se-Indonesia agar mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dengan mendaftarkan desa masing-masing sebelum 26 Juni 2021.

Calon desa pendaftar tak hanya bagi desa yang baru. Desa wisata rintisan, berkembang, dan maju yang belum mendaftarkan diri tetap bisa mengikuti program ini.

Penilaian Anugerah Desa Wisata Indonesia akan meliputi 7 kategori, masing-masing CHSE (cleanliness, health, savety, and environmental sustainability), desa digital, suvenir (kuliner, fesyen, kriya), daya tarik wisata (alam, budaya, buatan), konten kreatif, homestay, dan toilet.

Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 pun ditargetkan Kemenparekraf dapat mendata lebih dari 700 Desa Wisata Indonesia.

Menurut Sandiaga Uni, Anugerah Desa Wisata Indonesia merupakan salah satu upaya membangkitkan ekonomi Indonesia.

Pemerintah melalui Kemenparekraf sendiri berkehendak memberikan program yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu hanya bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Program desa wisata ini simbol munculnya kebangkitan ekonomi nasional," tegas Sandi saat berkunjung ke desa wisata di Kabupaten Kuningan bersama artis Cinta Laura, Senin, 31 Mei 2021.

Cinta pun mengajak generasi Z menyuarakan kreativitas masing-masing yang mendorong desa lebih menarik dan maju.

"Jangan takut bersuara. Lewat smartphone, kalian Generasi Z bisa bikin konten yang kreatif dan inovatif," cetusnya.

Senada, sebagai salah satu generasi muda Kuningan, pedangdut jebolan ajang Dangdut Academy, Ega Noviantika berjanji akan membantu daerah kelahirannya untuk bangkit.

Desa Wisata Cibuntu sendiri diketahui pernah menyabet gelar desa wisata terbaik urutan ke-5 tingkat ASEAN pada 2016 untuk bidang Homestay.

Pada 2017, desa ini juga terpilih sebagai desa wisata terbaik peringkat 2 di Indonesia dalam perhelatan Community Based Tourism (CBT) Kementerian Pariwisata Indonesia.

Sandiaga berharap prestasi yang diraih Desa Cibuntu menginspirasi desa-desa lain yang belum menerapkan konsep desa wisata agar meniru kemandiriannya.

Bupati Kuningan, Acep Purnama menyebut, saat ini terdapat 47 desa wisata se-Kabupaten Kuningan.

"Target kami sebetulnya 25 desa wisata, tapi jumlah yang ada malah 47 desa," ujarnya bangga.

Kepala Desa Cibuntu, Awang mengemukakan, sebelum menjadi desa wisata, salah satu area di Desa Cibuntu ramai aktivitas Galian C.

"Tapi di desa ini ada cagar budaya, tradisi, dan potensi alam selayaknya dijadikan produk wisata sehingga bernilai ekonomi masyarakatnya sendiri. Jadi, kami ubah sebagai desa wisata yang melibatkan masyarakat dan pendampingan dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisaksi, Jakarta," bebernya.

Pada 2012, Desa Cibuntu pun dideklarasikan dan diluncurkan sebagai Desa Wisata Cibuntu.

Cibuntu sendiri memiliki daya tarik wisata berupa air terjun, kolam renang, dan camping ground.

Pelancong dapat menikmati suasana alam yang asri dengan berbagai fasilitas yang dilatari panorama pegunungan.

Selain kontur alam, atraksi budaya berupa tarian penyambutan menjadi daya tarik tersendiri yang ditawarkan Desa Cibuntu.

Daya tarik lain berupa suvenir kriya, yaitu produk-produk kesenian yang memanfaatkan bahan dasar limbah kayu.

Desa Wisata Cibuntu pun menawarkan homestay sebagai tempat istirahat dan penginapan bagi para pelancong.

Selain Desa Cibuntu, dengan tujuan yang sama, Sandiaga diketahui telah mengunjungi 3 desa wisata lain, masing-masing Desa Wisata Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Desa Wisata Mas, Kecamatan Ubud, Bali, dan Desa Wisata Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar