bank bjb
  
Yamaha

Ridwan Kamil Ngaku Sangat Dekat Anies Baswedan, Siap Maju Pilpres 2024?

  Kamis, 03 Juni 2021   A. Dadan Muhanda
Ridwan Kamil Ngaku Sangat Dekat Anies Baswedan, Siap Maju Pilpres 2024?
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil [Dokumen Ayobandung.com]

AYOCIREBON.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menceritakan hubungannya dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengaku, ia dan Anies telah berteman lama dan hubungannya sangat terjaga dengan baik.

Dilansir dari Republika.co.id, menurut Kang Emil jalinan hubungan baik yang sama pun, ia lakukan kepada kepala daerah lain. Kang Emil menggarisbawahi, hal ini tanpa ada kaitan sama sekali dengan Pilpres 2024. Seperti diketahui, baik Kang Emil maupun Anies memiliki elektabilitas atau tingkat keterpilihan di papan atas untuk Pilpres 2024 dalam beberapa hasil survei.

Anies Baswedan sebelumnya diketahui mengucapkan selamat di kolom komentar unggahan akun Instagram @ridwankamil mengenai penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 10 kali berturut-turut untuk Pemprov Jabar dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Kang Emil pun mengapresiasi kinerja berbagai pihak termasuk gubernur sebelumnya, Ahmad Heryawan.

Ucapan itu pun ditanggapi oleh Ridwan Kamil yang sama-sama mengucapkan selamat kepada Anies Baswedan. Saling balas apresiasi itu ditanggapi sebagian besar netizen agar keduanya bisa berpasangan pada Pilpres 2024.

Ridwan Kamil menyebut hubungan antara dirinya dan Anies sangat baik. Keduanya, sudah terbiasa saling mengapresiasi kinerja masing-masing. Namun, memang jarang terekspos.

“Entah kenapa oleh media, saling menyapa hari ini selalu ditafsir selalu ada hubungannya dengan (Pilpres) 2024. Padahal sebelumnya juga sama. Kita WA-an. Pak Anies ulang tahun saya posting,” ujar Kang Emil di Bandung, Kamis, 3 Juni 2021.

“Dengan Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah), saya main. Saling mengapresiasi kan bagus daripada saling diam atau saling mengkritisi tanpa kejelasan. Budaya saling menguatkan sesama pemimpin harus dibangun,” tambah Kang Emil.

Menurut dia, budaya saling menguatkan antarpemimpin bisa berpengaruh positif terhadap masyarakat yang psikologisnya saat ini cenderung mudah bertengkar. Selain itu, menurut Kang Emil, banyak kepala daerah, khususnya gubernur, seperti Anies maupun Ganjar datang satu generasi yang sama dengan dirinya. Ini diakui berpengaruh pada hubungan komunikasi yang mudah terjalin.

“Kami datang sama-sama dari satu generasi, tupoksinya kebetulan sama /ngurus/ daerah, sama-sama gubernur, 50 persen Pak Anies, 50 persen Pak Ganjar, itulah cinta saya kepada beliau-beliau,” katanya.

AYO BACA : Mengenal Buah Kawista dan 6 Manfaatnyta untuk Kesehatan Tubuh

Berkaitan dengan Pilpres 2024, Kang Emil mendoakan siapapun yang dipercaya maju dan terpilih agar bisa melaksanakan amanah dengan baik. “Saya mendoakan siapapun yang ditakdirkan mendapatkan sebuah amanah di masa depan, saya akan bahagia sekali karena datang dari generasi yang sama,” katanya.

Sebelumnya, Anies Baswedan dan Ridwan Kamil saling mengucapkan selamat di kolom komentar unggahan akun Instagram @ridwankamil. Walaupun hanya saling mengucap selamat, hal ini ditanggapi oleh para netizen sebagai harapan untuk bisa berpasangan pada Pilpres 2024.

Dalam postingan tersebut, Emil menyatakan, Jawa Barat tengah bersyukur karena meraih penghargaan tertinggi WTP dari BPK RI. Opini atas laporan keuangan daerah tersebut merupakan yang ke-10 kali, secara berturut-turut untuk Jawa Barat.

Di kolom komentar, Anies Baswedan melalui akun @aniesbaswedan, kemudian mengucapkan selamat, "Selamat, Kang!". Walaupun singkat, komentar ini mendapat 1.284 likes dan ratusan komentar lanjutan dari netizen.

Emil kemudian mengucapkan hal serupa kepada Anies Baswedan karena DKI Jakarta telah mendapat 4 kali WTP. "@aniesbaswedan selamat juga untuk DKI Mas Anies. Mari saling menguatkan," katanya.

Lalu di samping hubungan baik ini, apakah Ridwan Kamil dan Anies Baswedan berpeluang maju bersama sebagai presiden dan wakil dalan Pilpres 2024?

Internal PDI Perjuangan Ingin Anies Dampingi Puan

Puan Maharani digadang-gadang bakal maju Pilpres 2024 dengan Prabowo Subianto. Namun belakangan tersiar kabar jika Anies Baswedan yang akan maju dengan Puan Maharani.

Dilansir dari Suara.com, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menjawab hal itu ingin Pilpres ke depan hanya diikuti 2 pasang calon.

AYO BACA : Tata Cara Wudhu dan bacaan Niat Wudhu yang benar

“Kami akan membangun koalisi sehingga paling tidak pemilu ke depan itu hanya diikuti oleh dua pasangan calon. Jadi tidak ada dua ronde supaya energi kita ini bisa difokuskan mengatasi berbagai persoalan,” kata Hasto saat membicarkan perihal peluang membangun koalisi dengan sejumlah partai politik menuju 2024.

Dengan dua paslon di pemilu 2024 mendatang, juga akan membuat beberapa parpol bisa melakukan koalisi sehingga energy partai bisa disalurkan untuk hal lain.

“Jadi koalisi tentu saja ke depan kita tidak ingin energi bangsa ini tercurahkan di dalam kontestasi semata-mata. Padahal untuk jadi pemimpin melalui proses penyiapan, bukan hanya lahir dari kontestasi yang sifatnya liberal,” kata Hasto.

Lalu Hasto pun menjawab isu kencang duet Puan-Prabowo. PDIP justru tidak akan mengusung calon Prabowo-Puan sebagai paslon Capres dan Cawapres 2024 mendatang. Meski belum diumumkan resmi, dua paslon Prabowo-Puan dinilai kurang ideal.

Sementara itu, Politikus PDIP Effendi Simbolon mengusulkan agar Puan Maharani dipasangkan dengan Anies Bawedan dalam Pilpres 2024.

Usulan itu disampaikan di tengah-tengah hangatnya PDIP dan Gerindra yang membuka peluang memasangkan Prabowo Subianto dan Puan.

Menurut Politikus PDIP Effendi Simbolon Effendi, pasangan Puan-Anies merupakan kombinasi yang pas antara nasionalis dan religius.

“Saya punya usul saya bilang Mba Puan itu dipasangkannya harus sama Anies. Ya jangan lagi Prabowo. Jadi Puan capres, Anies cawapres. Itu baru rekonsiliasi nasionalis dan religi,” kata Effendi dalam diskusi daring, Minggu, 30 Mei 2021.

Kendati keputusan pencalonan dalam Pilpres merupakan ranah Ketua Umum PDIP Megawati, namun sebagai kader dan individu Effendi menegaskan Puan-Anies hanya aebatas usulan darinya.

“Kan usul. Usul saya Mba Puan itu masuk maju dengan figur. Kan PDIP bisa nyalon sendiri PDIP. Jadi kali ini Gerindra ikut mendukung lah di belakang. Saya kira gini hitungannya, kalau PDIP 24 persen ditambah Gerindra 13 persen kurang dari 40 persen,” ujar Effendi.

Menurutnya pasangan dengan kombinasi nasionalis dan religius antara Puan dan Anies memiliki potensi lebih besar ketimbang Prabowo dengan Puan, yang dinilai Effendi tidak ada lagi sesuatu hal yang baru.

“Hayo kalian mau celah di mana lagi, nasionalis dan religius sudah bersatu semua itu kan baru sesuatu. Kalau cuma Prabowo-Puan, menurut saya gak ada yang news,” kata Effendi.

AYO BACA : 5 Bacaan Sholawat Nabi Muhamad Mudah di hafal


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar