bank bjb
  

Sepeda Hari Ini: Sanksi Sita Polisi, Viral Lagi, dan Diapresiasi Pemerintah

  Jumat, 04 Juni 2021   Editor
Sepeda Hari Ini: Sanksi Sita Polisi, Viral Lagi, dan Diapresiasi Pemerintah
Ilustrasi pesepeda. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faristi)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Belakangan ini, sepeda jadi tema yang cukup ramai diperbincangkan. Dari mulai kejadian viral di Jakarta saat rombongan pesepeda mendapat acungan jari tengah, sampai ancang-ancang pemberian sanksi berupa penyitaan sepeda di kota tersebut.

Terkait sanksi, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan mempertimbangkan sanksi berupa penyitaan sepeda apabila terdapat pesepeda yang melintas di luar jalur khusus sepeda yang telah disediakan. Tak hanya itu, pesepeda yang melanggar dapat terkena tilang oleh petugas kepolisian.

191636203-1026951561174434-4058872632815152830-n
dok. Instagram @goshow.cc

Namun, rencana pemberian tilang kepada pengendara sepeda balap maupun sepeda biasa masih dalam kajian. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, mengatakan saat ini Polda Metro Jaya masih tetap mengedepankan langkah preventif dan promotif, sedangkan pemberian sanksi berupa tilang merupakan opsi terakhir.

"Yang harus digarisbawahi adalah pertama penegakan hukum dengan menggunakan tilang itu adalah the last option (opsi terakhir) dari pada upaya-upaya yang dilakukan kepolisian," ujarnya, mengutip Ayojakarta.com, Jumat, 4 Juni 2021.

Sambodo menjelaskan, dasar tilang terhadap pesepeda ini sudah tertuang pada Pasal 299 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Jika aturan ini diterapkan, maka Polda Metro Jaya akan menjadi kepolisian yang pertama menerapkan tilang bagi pesepeda.

Pesepeda Viral Lagi

Sementara pagi tadi, video viral terkait pesepeda muncul lagi. Video itu memperlihatkan rombongan pesepeda yang mengambil jalur kanan di Jalan Raya Rancaekek-Cileunyi, Kabupaten Bandung. Video itu sempat memicu kritik dari warganet yang merasa rombongan sepeda itu berbuat arogan. Namun, pihak komunitas pesepeda tersebut mengeluarkan klarifikasi melalui media Instagram.

AYO BACA : Aturan Lengkap Bersepeda di Jalan Raya dari Kemenhub

Meskipun banyak yang melemparkan kritik berbau negatif, namun tidak sedikit juga warganet yang membela para pesepeda. Banyak yang membela dengan menyampaikan spekulasi bahwa mungkin para pesepeda itu hendak berbelok ke kanan.

IMG-20210604-135733
Dok. Instagram @infojawabarat.

Di tengah hujan komentar warganet, akun Instagram @jumaatexpress, yang merupakan akun media sosial dari komunitas sepeda tersebut, memberikan klarifikasi di kolom komentar @infojawabarat yang turut mengunggah video mereka. Menurut klarifikasi dari @jumaatexpress, spekulasi yang mengatakan mereka hendak berbelok kanan pada saat video diambil itu memang benar adanya.

"Hanya klarifikasi, itu dari Jumaat Express: Itu mau putar arah ke arah Cicalengka, makanya ngambil jalur kanan," tulis @jumaatexpress dalam kolom komentar, mengutip Ayobandung.com.

Selain menjelaskan alasan mereka mengambil jalur kanan dalam video tersebut, @jumaatexpress pun menitip pesan kepada warganet. Mereka menitip agar pihak warganet tidak hanya mengambil video sepotong saja saat merekam aktivitas yang terjadi di ruang publik untuk mencegah kesalahpahaman.

"Netizen yang terhormat, kalau mau bikin video sampai beres ya, biar jelas dan tidak ada yang terprovokasi. Hatur nuhun (Terima kasih)," pungkasnya. --

Pesepeda Diapresiasi

Beda cerita dengan di Jakarta dan Kabupaten Bandung,  Pemerintah Kota Bandung segera menghadirkan wisata bersejarah yang disandingkan dengan wisata bersepeda. Wisata sejarah ini yaitu mengunjungi Stilasi Bandung Lautan Api. Nantinya, jalan menuju stilasi dijadikan jalur sepeda.

AYO BACA : Keluar Jalur Khusus, Sepeda Bisa Disita Polisi

IMG-2136
Dok. Pemkot Bandung.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana didampingi Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan langsung meninjau stilasi dengan bersepeda dari gedung Denis, yang dulu bernama De Eerste Nederlandsch Indisch Sparkaas menjadi saksi sejarah bahwa gedung tersebut memiki sejarah dalam Bandung Lautan Api.  

Di lokasi itu sempat terjadi insiden pengibaran bendera triwarna terjadi tiga bulan setelah kemerdekaan Indonesia. Ini juga menjadi awal dari rangkaian perjuangan revolusioner pemuda boemi poetra sebelum peristiwa pembumihangusan Bandung Lautan Api pada 24 Maret 1946.

Usai meninjau tersebut, Yana dan Tedy lanjut mengayuh sepeda ke Asia-Afrika, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Astana Anyar, Jalan Kalipah Api dan berhenti di Stilasi Bandung Lautan Api, tepat di depan SD Dewi Sartika.

"Hari ini Jumat bersepeda kunjungi beberapa titik yang punya nilai sejarah berkaitan dengan Peristiwa Bandung Lautan Api," ujar Yana Mulyana, Jumat, 4 Juni 2021, melansir Ayobandung.com.

Rencananya jalur sejarah itu akan menjadi destinasi wisata sepeda baru di Kota Bandung. "Ini betul-betul menjadi satu wisata sepeda baru di Kota Bandung," tuturnya.

"Minggu depan kita cari destinasi wisata lain yang punya nilai sejarah. Misalkan perjalanan Bung Karno, bisa ke Penjara Banceuy, Gedung Indonesia Menggugat (GIM) dan rumah ibu Inggit Ganarsih," katanya.

"Hal ini sehingga nanti kalau sudah sepakat kita buat wisata bersepeda sejarah," imbuh Yana.

AYO BACA : London Taxi Bandung, Komunitas Sepeda Unik Bergaya Nyentrik


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar