Yamaha

Tak Hanya Urus Pernikahan, KUA Ciawigebang di Kuningan Ini Bantu Jaga Keberagaman

  Sabtu, 05 Juni 2021   Erika Lia
KUA Ciawigebang di Kabupaten Kuningan, turut berperan menjaga keberagaman. KUA ini jadi salah 1 dari 6 model KUA se-Indonesia dalam program Revitalisasi KUA oleh Kemenag RI.(Istimewa)

KUNINGAN, AYOCIREBON.COM- Membantu menjaga keberagaman menjadi salah satu misi Kantor Urusan Agama (KUA) Ciawigebang, Kabupaten Kuningan.

KUA ini menjadi 1 dari 6 model KUA se-Indonesia dalam program Revitalisasi KUA 2021 oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Bersama KUA Ciawigebang, 5 KUA model lainnya yang diresmikan Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas masing-masing KUA Banjarnegara di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, KUA Sidoarjo Kota di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, KUA Biringkanaya di Kota Makassar, Sulawesi Tengah, KUA Gunung Sugih di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, dan KUA Sewon di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kemenagsendiri menargetkan revitalisasi 100 KUA sepanjang tahun ini. Menag Yaqut menyebut, revitalisasi dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan layanan keagamaan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, program ini pula diyakini dapat menjadi penggerak praktik moderasi beragama di tingkat kecamatan.

Upaya menjaga keberagaman terutama dilakukan KUA Ciawigebang melalui materi dakwah yang toleran.

Sebanyak 20 penyuluh agama pada KUA Ciawigebang bertugas memberi pemahaman agama kepada masyarakat.

"Pesan-pesan yang disampaikan berkaitan dengan Islam moderat, islam rahmatan lil alamin, dan dakwah-dakwah agama yang toleran," terang Kepala KUA Ciawigebang, Iman Rohiman, Jumat, 4 Juni 2021.

Ke-20 penyuluh agama ini mendampingi 24 desa se-Kecamatan Ciawigebang.

Dakwah-dakwah toleran disampaikan kala mereka mengisi sejumlah kegiatan di masjid-masjid hingga sejumlah majelis taklim.

Dia menilai, para penyuluh agama tersebut punya peran penting dalam menciptakan situasi yang nyaman bagi semua lapisan masyarakat.

Dia pun meyakinkan, tiada konflik antar agama maupun antar aliran di wilayah kerjanya.

"Alhamdulillah, tak ada konflik agama ataupun aliran di sini," ujarnya.

Tak hanya materi dakwah yang bernuansa toleran, upaya menjaga keberagaman pun dilakukan pihaknya dengan menyediakan fasilitas bagi penyandang difabel.

Akses jalur khusus bagi penyandang difabel disediakan mulai dari area parkir hingga pintu masuk KUA.

Ada pula 2 besi penyangga yang membantu penyandang difabel mengakses ruangan KUA.

"Kami juga punya tata cara bagi tamu yang hendak mendapat pelayanan di sini," kata Iman.

Pihaknya menyiagakan pegawai KUA di bagian depan kantor (front office) untuk menyambut dan menanyakan keperluan setiap tamu yang datang. Jadi, warga tak asal nyelonong masuk.

Petugas pula akan berupaya membantu bila diperlukan. Dengan begitu, tamu bisa beroleh pelayanan cepat dan mudah.

AYO BACA : Bakal Direvitalisasi Kemenag, Tugas KUA Lebih Kompleks

"Kalau memang keperluan tamu bersangkutan bisa diselesaikan petugas front office, maka bisa langsung diselesaikan di situ. Kecuali perlu langkah lanjutan, petugas kami akan mengarahkan lebih jauh," paparnya.

Pelayanan KUA Ciawigebang yang pula dapat dijadikan rujukan berupa informasi tarif seluruh layanan yang dipasang di ruang tunggu kantor.

Dalam informasi tarif yang terpampang, lebih banyak layanan tidak berbiaya alias gratis dibanding berbiaya.

Hanya ada 1 tarif yang dibebankan ketika melangsungkan pernikahan di luar Kantor KUA.

"Bayarnya pun langsung melalui rekening bank yang sudah ditentukan," cetusnya.

Masyarakat yang menghendaki untuk menikah di Kantor KUA, dia memastikan akan disediakan ruangan yang representatif dan nyaman secara cuma-cuma.

Dilengkapi pendingin ruangan, luas aula nikah pun terbilang ideal dengan desain ruangan yang bisa ditata sedemikian rupa.

Desain ruangan menikah, diakui Iman, diupayakan memperhatikan kebutuhan calon pengantin.

"Biasanya calon pengantin ingin menampilkan nama mereka pada latar belakang ruangan," tuturnya.

Pihaknya pun mendesain dinding ruangan yang memudahkan mereka melakukan hal itu.

Terobosan lain berupa layanan yang memfasilitasi calon pengantin beroleh Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) baru, setelah resmi menikah.

Dia menjamin, ke-2 berkas kependudukan itu akan diserahkan bersamaan dengan penyerahan buku nikah kala pernikahan.

Untuk ini, pihaknya bersinergi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kuningan.

"Calon pengantin cukup menyerahkan berkas melalui KUA. Selanjutnya, kami akan bantu prosesnya oleh Disdukcapil," jelasnya.

Buku nikah sendiri langsung diserahkan pihak KUA seusai akad nikah. Sementara itu, pihak Disdukcapil akan menyerahkan KK dan KTP baru, yang mencantumkan status resmi pasangan yang baru menikah.

Program ini dinilai penting sebab tak sedikit pengantin baru yang abai memperbarui administrasi kependudukan pasca menikah.

"Ini memudahkan pengantin baru untuk memiliki legalitas kependudukan terbaru," tegasnya.

Tak hanya mengurusi proses pernikahan, KUA revitalisasi ini juga punya program ketahanan keluarga.

Pihaknya tengah merencanakan untuk menggandeng pegiat UMKM untuk bisa diberdayakan lebih baik demi menunjang ketahanan keluarga, terutama pada segi ekonomi.(erika lia)


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar