bank bjb
  

Iklan Obat Memperbesar Alat Kelamin Pria yang Penuh Kepalsuan

  Selasa, 08 Juni 2021   Aris Abdulsalam
Iklan Obat Memperbesar Alat Kelamin Pria yang Penuh Kepalsuan
Ilustrasi alat kelamin pria

AYOMEDAN.ID— Iklan memperbesar penis atau alat kelamin pria ada dimana-mana. bertebaran di media sosial maupun sluran komunikasi lainnya. Benarkah penis seorang pria bisa diperbesar melalui obat, zat kimia atau alat bantu lainnya? Simak informasi di bawah ini.

Kodrati seorang lelaki untuk memiliki alat kelamin/penis berukuran besar, bukanlah rahasia yang harus ditutup lagi. Keinginan tersebut lumrah secara naluriah.

Sialnya, kondisi alamiah terkadang tidak mendukung keinginan tersebut. Banyak lelaki dibuat kecewa oleh takdir. Mereka tak terima memiliki penis yang menurut mereka kurang besar; dan mereka takut tidak memuaskan pasangan.

Alhasil, ketakutan itu menggiring pada tindakan-tindakan instan, pada segala tips, dan segala info soal cara membesarkan penis.

Tak sedikit, lelaki pun tergiur dengan produk yang mengeklaim dapat memperbesar ukuran penis. Mereka mengharapkan keajaiban dari pil, pompa, olahraga khusus, sampai sudi melakukan operasi.

Kebohongan iklan

Iklan untuk produk pembesar penis ada di mana-mana. Sejumlah besar pompa, pil, alat olahraga, latihan, dan operasi, mengeklaim dapat meningkatkan panjang dan lebar penis Anda.

Namun, hanya ada sedikit dukungan ilmiah soal metode non-bedah untuk memperbesar penis. Dan tidak ada organisasi medis terkemuka yang mendukung operasi penis hanya untuk alasan kosmetik.

Menurut laporan Mayo Clinic, sebagian besar teknik yang Anda lihat diiklan tidak efektif. Beberapa produk bahkan dapat merusak penis Anda. 

Berpikir dua kalilah sebelum mencoba salah satu produk pembesar penis. Kebohongan iklan memang ditujukan untuk membuat Anda percaya bahwa pasangan Anda sangat peduli dengan ukuran penis. 

Jika Anda benar khawatir akan ukuran penis, jangan percaya pada iklan, tetapi bicarakan dengan pasangan Anda. 

Memahami kebutuhan dan keinginan pasangan ialah cara terbaik untuk meningkatkan hubungan seksual, ketimbang mengubah ukuran penis yang malah berujung petaka.

Ada pula perusahaan yang menawarkan banyak jenis perawatan pembesaran penis non-bedah, dan sering kali mempromosikannya dengan iklan yang tampak serius yang menyertakan dukungan dari peneliti "ilmiah". Padahal, perusahaan itu hanya mengandalkan mengandalkan testimonial, data miring, dan foto "sebelum" dan "sesudah" yang meragukan. 

Kebenarannya, secara keseluruhan, perawatan dan pengobatan sebagai cara memperbesar penis cenderung memiliki hasil yang minim, itu pun jika ada. Dan kebanyakan, dilaporkan Web MD, justru tidak memberikan hasil apa pun untuk meningkatkan ukuran penis.

Kerusakan Permanen

Seperti ditegaskan sebelumnya, sebagian besar cara memperbesar penis yang diiklankan tidak efektif; dan beberapa dapat menyebabkan kerusakan permanen pada penis. 

Prosedur pembedahan yang paling banyak digunakan untuk memperpanjang penis melibatkan pemutusan ligamen suspensorium yang menempelkan penis ke tulang kemaluan dan memindahkan kulit dari perut ke batang penis. Ketika ligamen ini dipotong, penis tampak lebih panjang karena lebih banyak yang menggantung.

Tetapi, ada risiko besar dari prosedur pembedahan itu. Memotong ligamen suspensorium dapat menyebabkan penis yang ereksi menjadi tidak stabil. 

Pemutusan ligamen suspensorium kadang-kadang dikombinasikan dengan prosedur lain, seperti menghilangkan kelebihan lemak di atas tulang kemaluan. Prosedur untuk membuat penis lebih tebal melibatkan pengambilan lemak dari bagian tubuh yang berdaging dan menyuntikkannya ke batang penis. 

Hasilnya buruk dan sering kali mengecewakan, karena sebagian lemak yang disuntikkan dapat diserap kembali oleh tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan kelengkungan atau asimetri penis. Penampilan penis pun jadi tak normal secara permanen. 

Itulah analisis dan fakta mengenai obat pembesar penis dan alat kelamin pria yang dikemas secara apik.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar