bank bjb
  

DPRD Kota Cirebon Susun Raperda Ketahanan Keluarga, Mulok Khas Cirebon Disisipkan

  Selasa, 08 Juni 2021   Erika Lia
DPRD Kota Cirebon Susun Raperda Ketahanan Keluarga, Mulok Khas Cirebon Disisipkan
Kantor DPRD Kota Cirebon

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM- DPRD Kota Cirebon tengah menyusun rancangan peraturan daerah (Raperda) ihwal ketahanan keluarga. Muatan lokal (mulok) atau nilai-nilai khas Cirebon bakal disisipkan di dalamnya.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Raperda Ketahanan Keluarga, Cicih Sukaesih mulok dimaksud berupa nilai-nilai religius dan budi pekerti.
 
"Ke-2 nilai mulok itu sesuai dengan perbawa Kota Cirebon yang dikenal sebagai Kota Wali," ungkapnya.
 
Secara umum, raperda ini sendiri berisikan konsep ketahanan keluarga secara ekonomi, legalitas dan kependudukan, kesehatan, psikologi, selain tambahan mulok tersebut.
 
Penyisipan mulok dalam raperda dipastikannya telah disepakati pansus dari lembaga legislatif maupun tim asistensi dari lembaga eksekutif Kota Cirebon.
 
"Tim asistensi mengusulkan adanya mulok khas Cirebon," ujarnya.
 
Sejauh ini, terdapat beberapa poin dalam raperda yang masih dibahas, antara lain pembekalan tentang ibu dan anak dalam menjalankan visi keluarga, hidup bertetangga dan berbudaya, pendidikan dasar keluarga, tanggung jawab pemerintah dalam menjamin kehidupan anak yatim piatu, dan pemanfaatan corporate social responsibility (CSR) untuk kesejahteraan keluarga.
 
Cicih meyakinkan, perwujudan raperda menjadi peraturan daerah (perda) ketahanan keluarga dibutuhkan publik Kota Cirebon untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
 
Raperda ini pun sebagai implementasi dari UU dan selaras dengan Perda Nomor 9 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga Provinsi Jawa Barat.
 
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno menilai, Raperda Ketahanan Keluarga dapat menyelaraskan jumlah penduduk, pembangunan, hingga ekonomi di Kota Cirebon.
 
"Parameternya tak jauh dari kesetaraan dan kesejahteraan keluarga, seperti meningkatnya sumber daya keluarga, kemampuan membiayai keluarga, dan lainnya," papar Suwarso.
 
Raperda ini pun menyinggung pembatasan dan pengaturan kelahiran anak. Tak hanya itu, hal penting lain yang harus diatur berupa pembinaan terhadap calon pengantin.
 
Dengan kata lain, secara prinsip, muatan-muatan penting di dalam raperda itu dimungkinkan berisi pengaturan yang akan menciptakan keluarga berkualitas.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar