bank bjb
  

Sentra UMKM Kini Lengkapi Alun-alun Kejaksan Cirebon

  Selasa, 08 Juni 2021   Erika Lia
Sentra UMKM Kini Lengkapi Alun-alun Kejaksan Cirebon
Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis menunjukkan salah satu produk UMKM lokal yang ditawarkan pada sentra UMKM di Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon.(Istimewa)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM- Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, kini dilengkapi sentra UMKM. Sedikitnya 200 produk dari 70 UMKM setempat ditawarkan bagi pengunjung, baik secara daring maupun luring.

Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis menilai, sentra UMKM melengkapi destinasi wisata di Alun-alun Kejaksan.

"Bukan hanya wisata religi di Masjid Raya At Taqwa, wisatawan yang ke Alun-alun Kejaksan juga bisa wisata belanja di sentra UMKM, bahkan menikmati kuliner," ungkapnya saat meresmikan sentra UMKM, Selasa, 8 Juni 2021.

Azis pun tampak puas dengan perkembangan fasilitas di ruang publik yang telah direvitalisasi Pemprov Jawa Barat itu.

Keberadaan sentra UMKM bersamaan dengan revitalisasi Alun-alun Kejaksan dipandangnya sebagai ide hebat, bahkan mahakarya.

Namun begitu, dia meminta Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DKUKM) Kota Cirebon untuk membina pedagang kuliner di sekitar alun-alun.

"Dulu sudah disepakati tak ada pedagang kaki lima (PKL) di bahu jalan," ujarnya.

Konsekuensinya, saat ini para PKL menempati salah satu sisi di Alun-alun Kejaksan.

Sentra PKL inilah yang dimintakan Azis untuk dibuat sebersih dan senyaman mungkin, sekalipun area sekitar diakuinya minimalis.

Selain lokasi yang dibuat representatif, Azis pula meminta pedagang kuliner memerhatikan cita rasa makanan yang ditawarkan.

Azis meyakini, cita rasa punya korelasi signifikan terhadap kepuasan dan tingkat kunjungan wisawatan.

"Alun-alun Kejaksan sudah direvitalisasi, tolong dijaga bersama, mulai kebersihan dan keamanan. Jaga amanah dari Pemprov Jabar sebaiknya," pesannya.

AYO BACA : Resmikan Alun-alun Kejaksan, Ridwan Kamil: Kota Cirebon Saingan Kota Bandung

Proyeksi Pemkot Cirebon

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengungkap rencana kerjasama pihaknya dengan sejumlah pihak yang berkaitan dengan pariwisata, antara lain agen-agen perjalanan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan stakeholder lain.

"Kami akan terus berbenah menjadikan Alun-alun Kejaksan sebagai tempat singgah wisatawan yang berwisata ke Kota Cirebon," tuturnya.

Selain sentra UMKM, pihaknya pula akan mengembangkan ekonomi kreatif, terutama kesenian.

Upaya itu dianggap sebagai magnet yang menarik orang datang ke daerah berjuluk kota udang ini.

Dalam kesempatan itu, Kepala DPKUKM Kota Cirebon, Maharani Dewi pula menyebut rencana penjualan produk yang dihasilkan penyandang difabel.

"Ke depan, produk yang dihasilkan penyandang disabilitas di Kota Cirebon akan dijual juga di sentra UMKM Alum-alun Kejaksan," bebernya.

Beragam produk yang tersedia pada sentra UMKM di alun-alun sendiri tak hanya dipasarkan secara luring (offline), melainkan pula secara daring (online).

Sebelum menempati sentra alun-alun, lanjutnya, pelaku UMKM disyaratkan beberapa hal.

Tak hanya harus punya KTP Kota Cirebon, pelaku UMKM pula harus mengantongi surat keterangan usaha atau nomor induk berusaha.

"Harus punya komitmen memajukan UMKM Kota Cirebon," tambahnya.

Menyinggung pembinaan terhadap PKL untuk meningkatkan cita rasa makanan yang dijual di sekitar alun-alun, dia meyakinkan akan bekerjasama dengan ahli di bidang makanan untuk mengupayakan standar rasa makanan.(erika lia)

AYO BACA : Alun-alun Kejaksan Cirebon Diharap Ramah bagi Kelompok Marjinal


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar