bank bjb
  

Indramayu Masuk 10 Kabupaten Rawan Bencana di Jawa Barat

  Rabu, 09 Juni 2021   Idham Nur Indrajaya
Indramayu Masuk 10 Kabupaten Rawan Bencana di Jawa Barat
ilustrasi bencana alam. (Ist)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Indramayu masuk ke dalam deretan kabupaten yang rawan terkena bencana di Provinsi Jawa Barat. Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat Dani Ramdan saat memaparkan 10 kabupaten yang rawan bencana di provinsi ini.

AYO BACA : Hoaks dan Mitos Seputar Infeksi Jamur yang Serang Pasien Covid-19

Disampaikan oleh Dani dalam siaran “Podcast Juara: Mengenal Peta Rawan Bencana Jawa Barat”, Rabu, 9 Juni 2021, Kabupaten Cianjur untuk sementara ini merupakan wilayah yang paling tinggi resiko bencananya. Hal itu disebabkan oleh potensi bencananya sendiri yang memang cukup besar, dan kapasitas penanggulangan yang masih harus ditingkatkan.

AYO BACA : Dampak Siklon Tropis Jadi Pelajaran Penanggulangan Bencana

“Yang paling tinggi sekarang Cianjur. Dari potensi bahaya dan kapasitas penanggulangannya ini masih perlu ditingkatkan. Berikutnya, Garut, kemudian Tasikmalaya, kemudian Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, lalu ke sananya lagi Sumedang, lalu Karawang, Subang, Indramayu. Sukabumi juga termasuk,” ungkap Dani.

Dani menjelaskan, tingkat kerawanan atau risiko bencana itu dihitung berdasarkan skor yang dipengaruhi oleh tiga faktor. Pertama, faktor potensi bencana itu sendiri. Kedua, kerentanan bencana yang dipengaruhi oleh kondisi sosial masyarakat. Ketiga, berkaitan dengan indeks kapasitas, yaitu kemampuan masyarakat dan pemerintah bencana dalam menanggulangi bencana.

 “Risiko bencana itu dibentuk oleh tiga faktor, yang pertama itu potensi bencana itu sendiri. Jadi, semakin banyak potensi bencana dalam suatu kabupaten, semakin tinggi juga skornya. Yang kedua, kerentanannya. Kerentanan itu berkaitan dengan kondisi sosial masyarakatnya. Jika tingkat pendidikan dan ekonominya kurang, maka akan semakin rentan. Ada satu hal pembagi, yaitu indeks kapasitas, yaitu kemampuan masyarakat dan pemerintah daerah untuk menanggulangi bencana. Jika nilai indeksnya meningkat, skor resikonya bisa turun,” papar Dani.

Dani pun memaparkan, 10 jenis bencana yang bisa terjadi di Jawa Barat, di antaranya banjir, longsor, gempa, letusan gunung berapi, tsunami, angin puting-beliung, kekeringan saat musim kemarau, kebakaran, bencana nonalam, dan bencana sosial.

AYO BACA : Mitigasi Bencana yang Perlu Dilakukan Sebelum dan Sesudah Gempa Bumi


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar