Yamaha

PTM di Indramayu Hanya 3 Jam Sehari Tanpa Istirahat

  Kamis, 10 Juni 2021   Redaksi AyoBandung.Com
Ilustrasi pembelajaran tatap muka. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

INDRAMAYU, AYOBANDUNG.COM -- Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 akan segera dimulai. Persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kabupaten Indramayu pun terus dilakukan.

Kabid Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Supardo, menyebutkan, proses PPDB akan diawali dengan pendaftaran siswa pada 28 Juni–3 Juli 2021. Bagi siswa yang diterima, selanjutnya harus melakukan daftar ulang ke sekolah yang dituju pada 6 - 10 Juli 2021.

‘’Siswa mulai masuk sekolah tahun ajaran baru ini pada 12 Juli 2021,’’ ujar Supardo kepada Republika, jaringan Ayocirebon.com, Rabu, 9 Juni 2021.

AYO BACA : Saran Agar Anak Terhindar Covid-19 saat KBM Tatap Muka

Supardo mengatakan, PTM terbatas akan mulai dilakukan pada tahun ajaran baru ini. Namun, pihaknya masih menunggu keputusan Satgas Covid-19 untuk menentukan apakah semua sekolah di indramayu bisa PTM terbatas.

Untuk pelaksanaan PTM terbatas, lanjut Supardo, sekolah wajib melaporkan kesiapan mereka dengan mengisi daftar periksa. Dalam daftar periksa itu, ada berbagai sarana yang harus disiapkan, di antaranya tempat cuci tangan yang memadai, thermo gun dan pengaturan jaga jarak di dalam ruang kelas.

Daftar periksa itu selanjutnya dikirimkan ke puskesmas terdekat untuk dilakukan verifikasi. Setelah itu, petugas puskesmas akan datang ke sekolah untuk melakukan crosscheck kesiapan tersebut.

AYO BACA : Saran Ikatan Dokter Anak Bila Sekolah Tatap Muka Dimulai

Supardo menilai, secara umum sekolah di Kabupaten Indramayu sudah siap melaksanakan PTM terbatas. Hal itu terutama sekolah-sekolah yang berlokasi di wilayah perkotaan.

Hanya 3 Jam Sehari

Dalam pelaksanaan PTM terbatas itu, lanjut Supardo, siswa hanya akan belajar selama tiga jam pelajaran setiap harinya. Pembelajaran di sekolah akan dilaksanakan lebih singkat tanpa ada jam istirahat untuk menghindari kerumunan.

Jumlah siswa dalam setiap kelas akan dibatasi dan sekolah boleh menerapkan pembelajaran secara bergantian. Pembelajaran pun akan tetap menerapkan sistem daring untuk melengkapi PTM terbatas.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Nunung (41), mengaku sangat berharap PTM terbatas bisa segera dilakukan. Meskipun PTM itu hanya dilakukan dua atau tiga kali per minggunya. Selama ini, dia cukup kewalahan membagi waktu antara mengajari anaknya dan bekerja keluar rumah.

‘’Biar minimal bisa berbagi mengajar sama guru,’’ ujar Nunung.

AYO BACA : Indramayu Masuk 10 Kabupaten Rawan Bencana di Jawa Barat


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar