Yamaha

Pasien Covid-19 di Jabar Bludak, BOR di Atas Standar WHO

  Jumat, 11 Juni 2021   Idham Nur Indrajaya
Tempat tidur pasien Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penangan Covid-19 Jabar Marion Siagian menyampaikan, per Kami, 10 Juni 2021, tingkat keterisian tempat tidur alias BOR (Bed Occupancy Rate) di Jawa Barat menginjak angka 62,65%. 

Angka itu melebihi standar WHO untuk BOR itu di angka 60%. Menurut Marion, pertambahan persentase BOR di Jabar dipengaruhi oleh kenaikan kasus yang lebih tinggi dibanding pekan sebelumnya.

AYO BACA: Cirebon dan Kuningan Masuk 10 Besar Kasus Positif Covid-19 Terbanyak Jabar

“Tadi malam, kita mencatat untuk keseluruhan Jawa Barat, BOR itu sebesar 62,65%. Jadi, kalau dibandingkan dengan minggu lalu, ini pertambahannya cukup tinggi," kata Marion dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) dengan tema “Antisipasi Jabar Menghadapi Lonjakan Covid-19 & Percepatan Vaksinasi”, Jumat, 11 Juni 2021.

Menurut Marion, penambahan kasus pascalibur lebaran sendiri sudah mulai terjadi sejak akhir Mei 2021. Akumulasi kasus positif di Jabar per harinya bahkan bisa menginjak angka 1.000. 

AYO BACA: Upah Petugas Pemakaman Covid-19 Indramayu Belum Cair 6 Bulan

Padahal, pada bulan Maret dan April, angka kasus positif yang sedang terjadi per harinya tidak pernah menginjak angka 1.000 kasus.

“Memang kalau dilihat dari perkembangan kasus yang terjadi saat ini, cukup berfluktuatif, tapi berfluktuatifnya sekarang semuanya meningkat," ujar dia. 

"Dari tanggal 28 Mei, 15 hari setelah lebaran, ini kasus sudah cukup meningkat, ada 1.200. Kemudian turun lagi menjadi 800-an, tetapi rata-rata di seminggu terakhir ini kita mencapai angka di atas 1.000. Sebelumnya, di bulan Maret dan bulan April, kita tidak mencapai di atas 1.000,” kata Marion.

AYO BACA: Ciayumajakuning Masuk Zona Oranye Covid-19 Pekan Ini


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar