Yamaha

Covid-19 Jabar Meningkat, Satgas: Bayangkan Jika Tidak Ada Larangan Mudik

  Jumat, 11 Juni 2021   Idham Nur Indrajaya
Ketua Harian Satgas Covid-19 Jabar Daud Achmad. (Dok Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Daud Ahmad menyampaikan, kenaikan kasus pascalibur bisa jadi disebabkan oleh meningkatnya mobilitas masyarakat Jabar setelah periode larangan mudik dan pembatasan lalu-lintas berakhir.

“Setelah selesai pembatasan, ini orang makin banyak yang keluar. Terjadilah sekarang kenaikan kasus,” ujar Daud dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) dengan tema “Antisipasi Jabar Menghadapi Lonjakan Covid-19 & Percepatan Vaksinasi”, Jumat, 11 Juni 2021.

Daud pun mengatakan bahwa program larangan mudik dari pemerintah sudah cukup berhasil menekan penularan Covid. Akan tetapi, mobilitas yang meningkat setelah libur panjang, ditambah dengan masih adanya pemudik yang lolos, membuat kenaikan kasus tidak dapat dipungkiri.

Menurut Daud, seandainya tidak ada pembatasan saat periode mudik, kenaikan kasus bisa jadi lebih parah.

“Pemerintah sudah memberlakukan larangan mudik, namun masih ada yang lolos. Bisa kita bayangkan jika tidak ada larangan mudik, tidak ada pembatasan-pembatasan lalu-lintas. Kejadiannya akan lebih dari yang sekarang,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penangan Covid-19 Jabar Marion Siagian menyampaikan, per Kami, 10 Juni 2021, tingkat keterisian tempat tidur alias BOR (Bed Occupancy Rate) di Jawa Barat menginjak angka 62,65%. 

Angka itu melebihi standar WHO untuk BOR itu di angka 60%. Menurut Marion, pertambahan persentase BOR di Jabar dipengaruhi oleh kenaikan kasus yang lebih tinggi dibanding pekan sebelumnya.

“Tadi malam, kita mencatat untuk keseluruhan Jawa Barat, BOR itu sebesar 62,65%. Jadi, kalau dibandingkan dengan minggu lalu, ini pertambahannya cukup tinggi," kata Marion dalam kesempatan sama.

Menurut Marion, penambahan kasus pascalibur lebaran sendiri sudah mulai terjadi sejak akhir Mei 2021. Akumulasi kasus positif di Jabar per harinya bahkan bisa menginjak angka 1.000. 

Padahal, pada bulan Maret dan April, angka kasus positif yang sedang terjadi per harinya tidak pernah menginjak angka 1.000 kasus.

“Memang kalau dilihat dari perkembangan kasus yang terjadi saat ini, cukup berfluktuatif, tapi berfluktuatifnya sekarang semuanya meningkat," ujar dia. 

"Dari tanggal 28 Mei, 15 hari setelah lebaran, ini kasus sudah cukup meningkat, ada 1.200. Kemudian turun lagi menjadi 800-an, tetapi rata-rata di seminggu terakhir ini kita mencapai angka di atas 1.000. Sebelumnya, di bulan Maret dan bulan April, kita tidak mencapai di atas 1.000,” kata Marion.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar