Yamaha

Soal PPDB SMP 2021 Kota Cirebon, DPRD & Disdik: Tidak Ada Sekolah Favorit

  Jumat, 11 Juni 2021   Erika Lia
Fasilitas lapangan olahraga di SMPN 15 Kota Cirebon yang dimanfaatkan untuk pengembangan minat siswa.(Ayocirebon.com/Erika Lia L)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM- DPRD dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon sepakat menghapus imej sekolah favorit pada momentum penerimaan peserta didik baru (PPDB), termasuk PPDB SMP 2021.

Komisi III DPRD Kota Cirebon pun mendorong setiap sekolah memilik produk dan brand unggulan yang 'ditawarkan' kepada calon peserta didik.

\"Kami dorong setiap sekolah punya produk unggulan untuk menghapus imej sekolah favorit,\" kata Ketua Komisi III DPRD, Tresnawaty ditemui Ayocirebon.com selepas rapat pembahasan pelaksanaan PPDB 2021 bersama Disdik Kota Cirebon di Gedung DPRD setempat, Jumat, 11 Juni 2021.

Kepemilikan produk unggulan dapat menjadi pilihan bagi calon peserta didik untuk menyasar sekolah yang sesuai minatnya.

Menurut Tresnawaty, sejauh ini Disdik telah mengupayakan penghapusan imej sekolah favorit melalui dorongan kepemilikan produk unggulan.

\"Jadi, jangan sampai masih ada masyarakat yang beranggapan begitu. Kami harap Disdik bisa kendalikan itu dan meyakinkan masyarakat, semua sekolah sama bagus dan baiknya,\" tuturnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya pula mengapresiasi kesiapan Disdik menghadapi PPDB SMP 2021.

AYO BACA : Jadwal PPDB SMP Kota Cirebon 2021, Simak Caranya

PPDB dipandang krusial sehingga Disdik dituntut untuk mempersiapkan segala sesuatu dengan baik.

\"Komisi 3 mengawasi Disdik (dalam hal PPDB) karena ini krusial,\" tegasnya.

Kepala Disdik Kota Cirebon, Irawan Wahyono meyakinkan, tak ada lagi pendefinisian sekolah favorit.

\"Kami terus mendorong produk-produk unggulan di setiap sekolah. Ada yang mengembangkan sekolah tahfidz, perikanan dan pertanian, wirausaha, pengembangan olahraga, kesenian, dan lain-lain,\" bebernya.

Pihaknya mempersilakan semua sekolah memiliki brand masing-masing. Disdik bahkan mendorong 'perang brand' pada PPDB SMP tahun ini, baik antara sekolah negeri maupun swasta.

\"Silakan perang brand, jual keunggulan masing-masing,\" pintanya kepada setiap sekolah.

Irawan pula mengacungkan jempol bagi sekolah swasta yang pula memiliki produk unggulan dan brand masing-masing.

\"Jadi antara swasta dan negeri ada persaingan brand,\" ujarnya.(erika lia)


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar