bank bjb
  

Amalan dan Keutamaan Bulan Dzulqa'dah Mulai 12 Juni 2021

  Sabtu, 12 Juni 2021   Editor
Amalan dan Keutamaan Bulan Dzulqa'dah Mulai 12 Juni 2021
Ilustrasi membaca Alquran. Pada bulan Dzulqa'dah dianjurkan memperbanyak amalan sunah

AYOCIREBON.COM- Pada Sabtu 12 Juni 2021 ini kalender Islam Hijriyah memasuki Bulan Syawal bulan Dzulqadah 1442 H.

Bulan Dzulqadah adalah bulan ke-11 pada penanggalan kalender Islam Hijriyah.

Menurut penanggalan Penguris Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), bulan Dzulqadah 1442 H bertepatan pada Sabtu, 12 Juni 2021.

Terdapat sejumlah keutamaan Dzulqadah, yang wajib diketahui umat Muslim. Tak lain agar memperbanyak amalan di bulan mulia ini.

 

Berikut Keutamaan bulan Dzulqa'dah

Bulan Dzulqa’dah adalah salah satu dari empat bulan yang dimuliakan (al-Asyhur al-Hurum).

Empat bulan haram atau empat bulan yang dimuliakan tersebut di antaranya Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Disebut Dzulqa’dah dikarenakan orang-orang Arab pada masa lalu tidak melakukan perang (qu’uud ‘anil qitaal) di bulan tersebut.

Hal ini disebutkan dalam al-Quran:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS: at-Taubah: 36)

Lebih lanjut empat Bulan Haram tersebut dijelaskan juga dalam Hadits:

"Sesungguhnya zaman ini telah berjalan (berputar), sebagaimana perjalanan awalnya ketika Allah menciptakan langit dan bumi, yang mana satu tahun ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga bulan yang (letaknya) berurutan, yaitu Dzulkaidah, Dzulhijah, dan Muharam. Kemudian Rajab yang berada di antara Jumadil (Akhir) dan Syaban." (HR Bukhari dan Muslim).

Bulan Haji

Dzulqa’dah adalah satu di antara tiga bulan haji. Selain Dzulqadah terdapat bulan Syawal dan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Tidak sah ihram untuk haji pada selain waktu tersebut.

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ (البقرة: ١٩٧)

“Musim haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi (ditentukan)” (QS al-Baqarah: 197).

Rasul umroh di bulan Dzulqadah

Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah melaksanakan umrah selain bulan Dzulqa’dah.

Sahabat Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu meriwayatkan:

اعْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَرْبَعَ عُمَرٍ، كُلَّهُنَّ فِي ذِي القَعْدَةِ، إِلَّا الَّتِي كَانَتْ مَعَ حَجَّتِهِ، عُمْرَةً مِنَ الحُدَيْبِيَةِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ العَامِ المُقْبِلِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ الجِعْرَانَةِ، حَيْثُ قَسَمَ غَنَائِمَ حُنَيْنٍ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مَعَ حَجَّتِهِ (رواه البخاري) -

Maknanya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berumrah sebanyak empat kali, semuanya pada bulan Dzulqa’dah kecuali umrah yang dilaksanakan bersama haji beliau, yaitu satu umrah dari Hudaibiyah, satu umrah pada tahun berikutnya, satu umrah dari Ji’ranah ketika membagikan rampasan perang Hunain dan satu lagi umrah bersama haji” (HR al-Bukhari).

Disebut dalam Firman Allah SWT

Dzulqa’dah adalah 30 malam yang disebutkan oleh Allah:

وَوَاعَدْنَا مُوسَى ثَلَاثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَاتُ رَبِّهِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً، وَقَالَ مُوسَى لِأَخِيهِ هَارُونَ اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ (سورة الأعراف: ١٤٢)

Maknanya: “Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa untuk memberikan kepadanya kitab Taurat setelah berlalu tiga puluh malam (bulan Dzulqa’dah), dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh malam lagi (sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya menjadi empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya, yaitu Harun, “Gantikanlah aku dalam memimpin kaumku, dan perbaikilah dirimu dan kaummu, dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan” (QS al-A’raf: 142)

Anjuran perbanyak amalan sunnah

Di Bulan Dzul Qa'dah umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan sunah.

1. Perbanyak amalan sunnah

Amalan ibadah yang dianjurkan dijalankan di bulan Dzulqaidah yaitu dengan memperbanyak amalan ibadah, seperti puasa sunah, bershalawat, membaca alquran, dan lain sebagainya.

2. Memperbanyak salat sunah

Amalan ibadah yang juga dianjurkan untuk dikerjakan di bulan Dzulqaidah yaitu dengan memperbanyak shalat sunah, seperti shalat malam, shalat dhuha, shalat taubat, shalat tahadud, dan sebagainya.

3. Memperbanyak zikir

Dianjurkan untuk memperbanyak dzikir (mengingat Allah SWT) di bulan Dzulqaidah. Dengan berdzikir melindungi diri dari berbagai hal yang tidak disukai Allah SWT.

4. Ibadah Umrah

Pada bulan Dzulqaidah ini umat muslim yang mampu dianjurkan untuk melakukan ibadah umrah. Namun, karena ini sedang pandemi, amalan ibadah umrah bisa diganti dengan perbanyak membaca Alquran.

5.Berperilaku baik

Di bulan Dzulqaidah ini dianjurkan untuk memperbanyak alaman baik, seperti berprilaku baik ke orang lain, menolong orang lain, bersedekah, menyantuni anak yatim, mematuhi orang tua, dan lainnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar