bank bjb
  

PLTP Gunung Ciremai, Pemerintah Diingatkan Dampaknya untuk Warga

  Minggu, 13 Juni 2021   Editor
PLTP Gunung Ciremai, Pemerintah Diingatkan Dampaknya untuk Warga
Gunung Ciremai. (Wikipedia)

KUNINGAN, AYOCIREBON.COM -- Kementerian ESDM dan Pemerintah Kabupaten Kuningan mengadakan pertemuan untuk membahas lebih jauh rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di kawasan Gunung Ciremai pada Kamis, 10 Juni 2021. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) pun mengingatkan terkait dampaknya untuk masyarakat.

Direktur Walhi Jawa Barat Meiki W Paendong mengatakan, pihaknya masih mencermati rencana pemanfaatan energi panas bumi atau geothermal tersebut. Namun, Walhi masih kritis menyikapi dampak yang akan ditimbulkan saat pengembangan dilakukan.

"Jadi memang klaim geothermal ini teknologi yang ramah lingkungan itu masih bisa diperdebatkan, jadi tidak sepenuhnya juga ramah lingkungan," kata Meiki kepada Ayocirebon.com, akhir pekan ini.

Rencana eksplorasi di wilayah kerja panas bumi (WKP) Gunung Ciremai oleh Kementerian ESDM, dilihat Meiki masih menyisakan dilema. Dilema itu, seperti kekhawatiran warga yang takut sumber mata airnya hilang, bahkan mereka sempat melakukan penolakan. Meiki menilainya wajar, lantaran titik WKP berada di kawasan konservasi.

"Geothermal ini berada di dalam kawasan konservasi. Rata-rata di Pulau Jawa dan di luar pun seperti itu, yang akhirnya akan membuka peluang kerusakan hutan konservasi ini semakin besar," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian ESDM mengadakan rapat penjelasan teknis pelaksanaan kegiatan survei 3G (Geologi, Geofisika, dan Geokimia) bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan pada Kamis, 10 Juni 2021.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyampaikan, pihaknya mendukung eksplorasi panas bumi yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM.

Karena itu, pihaknya meminta kejelasan terkait tahapan-tahapan survei yang akan mengumpulkan informasi untuk mempotensikan kawasan Gunung Ciremai tersebut sebagai sumber energi listrik.

"Selain itu, saya berharap dukungan dari seluruh stakeholder untuk kegiatan hari ini, yang ke depannya dapat dirasakan kesejahteraan oleh masyarakat," ujar dia, dalam siaran pers Pemkab Kuningan.

Sementara, Koordinator Pelayanan dan Bimbingan Usaha Panas Bumi Kementerian ESDM RI Edi Indiarto menjelaskan, energi panas bumi atau geothermal adalah energi panas yang terdapat dan terbentuk di dalam kerak bumi. Indonesia sendiri, jelas dia, memiliki potensi energi terbarukan geothermal terbesar di dunia.

"Namun, saat ini pemanfaatan potensial tersebut belum maksimal," ujarnya.

Menurut Edi, energi geothermal dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan energi listrik dan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak sebagai sumber tenaga listrik. Kebijakan pemanfaatan energi geothermal, sambungnya, secara serius akan dapat mengatasi krisis listrik di Indonesia.

"Untuk WKP (Wilayah Kerja Panas Bumi) yang ada di wilayah gunung ciremai ada 38.560 Ha. Selain sebagai sumber energi listrik, pemanfaatan lain dari panas bumi yang akan dilakukan di wilayah gunung ciremai adalah pemanfaatan langsung (non listrik) seperti wisata, agrobisnis, dan perternakan," ujarnya

Energi geothermal sendiri diklaim memiliki karakter sumber energi bersih, ramah lingkungan terbarukan, bebas risiko kenaikan harga bahan bakar fosil, tidak dapat diekspor, tidak memerlukan lahan yang luas, dan tidak tergantung cuaca.

"Pada dasarnya, energi geothermal adalah energi yang sangat ramah lingkungan dan dapat berdampingan dengan aktivitas masyarakat sekitar, disamping memberikan manfaat yang cukup besar bagi masyarakat," ujar dia.

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Bagian Perekonomian dan SDA Setda, Forkopimda Kabupaten Kuningan, sejumlah kepala SKPD, Camat dan kepala Ddsa di wilayah terkait geothermal.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar