bank bjb
  
Yamaha

Covid-19 Varian Alfa, Beta, dan Delta Ditemukan di Jakarta

  Selasa, 15 Juni 2021   Aini Tartinia
Covid-19 Varian Alfa, Beta, dan Delta Ditemukan di Jakarta
ilustrasi. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Mutasi Covid-19 varian Alfa (Inggris), Beta (Afrika Selatan), dan Delta (India) kasusnya ditemukan di ibu kota Jakarta. Temuan ini berdasarkan hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) dari 19 kasus Covid-19,  dan temuan itu kebanyakan berasal dari pekerja migran Indonesia (PMI).

"Ada tiga varian yang ditemukan di Jakarta. Alfa (Inggris), Beta (Afrika Selatan), dan Delta (India)," ucap Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, mengutip Ayojakarta.com, Selasa, 15 Juni 2021.

Widyastuti menyebutkan, pekerja migran yang terpapar varian baru Covid-19 itu sedang di rawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Pademangan. "Lima berasal dari warga negara kita tapi dalam posisi sembuh dan sehat," ungkap Widyastuti.

Kendati demikian, Widyastuti mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan riwayat perjalanan belasan orang yang terpapar varian baru virus Corona tersebut. "Kita belum tahu pasti berasalnya dari mana, tapi kalau yang pekerja migran memang datang ke kita (sudah) positif," tandasnya.

Ia pun mengatakan, melonjaknya kasus Covid-19 di DKI Jakarta turut berdampak pada tingkat keterisian tempat tidur, ruang isolasi, dan ICU di rumah sakit. Namun pihaknya memastikan akan menyiapkan langkah jangka pendek untuk mengantisipasi lonjakan.

"Per tanggal 14 Juni kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 7.341 terisi 5.752 atau sudah menyentuh 78% hanya dalam 2 minggu," kata Widyastuti. "Selanjutnya ruang ICU sebesar 1.086 terisi 773 atau 71%," sambungnya. 

Widya menambahkan, dari 78% keterisian tempat tidur tersebut, 25% merupakan warga luar DKI Jakarta. Kendati demikian, Widya menegaskan pihaknya akan tetap memberikan pelayanan maksimal bagi seluruh pasien.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan kasus Covid-19 selama sepekan mengalami lonjakan hingga 50%. Oleh karena itu, ia menyerukan ibu kota membutuhkan perhatian ekstra.

"Bila makin tak terkendali, kita akan masuk fase genting, dan jika sampai terjadi maka kita harus ambil langkah drastis seperti bulan September tahun lalu dan Februari lalu. Kita tentu tidak mau itu berulang," ujar Anies di Jakarta, Minggu, 13 Juni 2021 malam.

Anies pun menegaskan untuk mencegah agar tidak berulang pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Maka itu, ia mengajak semua harus kerja sama, warga, pemerintah, penegak hukum. "Masyarakat jalankan 3M, pemerintah jalankan 3T dan vaksinasi," tegasnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar