bank bjb
  

Jabar Siaga 1 Covid-19, Hajatan hingga Wisata Dilarang di Kabupaten Kuningan

  Rabu, 16 Juni 2021   Erika Lia
Jabar Siaga 1 Covid-19, Hajatan hingga Wisata Dilarang di Kabupaten Kuningan
Alun-alun Kuningan. Pemkab Kuningan melarang kegiatan masyarakat di ruang-ruang publik sebagai imbas peningkatan kasus Covid-19 pasca Idulfitri 2021.(Ayocirebon.com/Erika Lia L)

KUNINGAN, AYOCIREBON.COM- Sejumlah aktivitas publik yang berisiko menimbulkan kerumunan dilarang di Kabupaten Kuningan menyusul status Siaga 1 Covid-19 di Jawa Barat.

Larangan aktivitas publik di Kuningan mulai berlaku 16-28 Juni 2021 sebagaimana instruksi Bupati Kuningan, Acep Purnama.

Aktivitas masyarakat pada objek wisata di Kuningan menjadi salah satu yang dilarang. Pun begitu dengan ruang publik lain, seperti fasilitas umum/taman.

Konsekuensi kebijakan itu berupa penutupan objek-objek wisata/fasilitas umum/taman.

"(Objek wisata) ditutup, jelas dilarang (berwisata)," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, Rabu, 16 Juni 2021.

Berikut kegiatan masyarakat yang dilarang sesuai instruksi Bupati Acep:

AYO BACA : Kisah Sedih di Balik Desa Miliarder Kuningan yang Bakal Ditenggelamkan

1. Resepsi/hajatan pernikahan/khitanan secara terbuka/tertutup.

2. Penyelenggaraan acara, hiburan, hobi, komunitas, objek wisata, dan olahraga berkelompok secara terbuka/tertutup.

3. Hiburan malam/karaoke, bumi perkemahan dan glamping.

Selain kegiatan masyarakat, perangkat daerah atau instansi pemerintah juga diinstruksikan menunda seluruh kegiatan yang dinilai tak penting/urgent.

Pun begitu dengan kegiatan memobilisasi/mengumpulkan pegawai/masyarakat dalam jumlah besar.

"Kegiatan rapat lebih diutamakan dalam bentuk virtual," instruksi Acep secara tertulis.

AYO BACA : Bendungan Kuningan Siap Diresmikan

Pihaknya telah menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro di seluruh desa dan kelurahan, hingga tingkat RW dan RT.

PPKM Mikro di Kuningan berlaku sepanjang 16-28 Juni 2021.

Pemberlakuannya ditetapkan Acep melalui Surat Edaran Nomor 443.1/1419/Huk Tentang Perpanjangan Ke-9 Pembatasan Kegiatan Masyarakat, PPKM Berbasis Mikro, dan Pembentukak Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kuningan.

Acep menyebutkan, telah terjadi kenaikan kasus Covid-19 secara signifikan. Pun dengan angka kematian akibat Covid-19.

Linier dengan kondisi itu, tingkat keterisian tempat tidur/bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit juga naik.

Sampai 16 Juni 2021, otoritas penanganan Covid-19 Kabupaten Kuningan mencatat total 7.010 kasus.

Dari jumlah itu, 182 orang meninggal dunia, 801 pasien masih dalam perawatan, dan 6.027 orang pulih.(erika lia)

AYO BACA : PLTP Gunung Ciremai, Pemerintah Diingatkan Dampaknya untuk Warga


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar