bank bjb
  

Cara Terbaik Rawat Luka Diabetes, Kurangi Risiko Amputasi

  Jumat, 18 Juni 2021   Redaksi AyoBandung.Com
Cara Terbaik Rawat Luka Diabetes, Kurangi Risiko Amputasi
Ilustrasi tes diabetes. (Photo Mix dari Pixabay)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Luka yang tak kunjung sembuh pada pederita diabetes terjadi saat kadar gula dalam darah cukup tinggi. Dalam kondisi ini, saraf akan rusak, sistem kekebalan tubuh akan turun, dan sirkulasi darah memburuk sehingga menghambat proses perbaikan jaringan tubuh yang mengalami kerusakan dari luka.

Hal tersebut yang membuat luka diabetes lebih rentan terserang infeksi jamur, infeksi bakteri, dan gangrene. Lalu, bagaimana cara merawatnya?

Cara Merawat Luka Diabetes

Luka diabetes memerlukan perawatan khusus agar tak infeksi. Berikut cara merawat luka diabetes, dinukil dari Alodokter.

Membersihkan luka

Langkah penting yang bisa dilakukan saat merawat luka diabetes adalah membersihkan luka dengan segera. Luka bisa dibersihkan dengan menggunakan air mengalir dan sabun. 

Setelah itu, keringkan dan oleskan luka dengan salep antibiotik yang direkomendasikan dokter agar luka terbebas dari kuman. Jangan lupa rutin mengganti pembalut luka agar kondisi luka terjaga kebersihannya.

Mengurangi tekanan pada luka

Hindari memberikan tekanan pada daerah luka, misalnya dengan tidak mengenakan pakaian ketat. Berkurangnya tekanan memungkinkan luka tidak bertambah parah dan lebih cepat sembuh.

Jika luka terdapat di telapak kaki, sebaiknya gunakan bantalan yang empuk atau alas kaki khusus agar tidak memperberat kerusakan akibat diabetes.

Mengontrol kadar gula darah

AYO BACA : Berat Badan Nambah Tapi Lapar Terus? Hati-hati Diabetes

Kadar gula darah yang tidak terkendali akan mempersulit proses penyembuhan luka. Karena itu, penting untuk terus mengontrol kadar gula darah dengan pola makan sehat untuk diabetes, olahraga, obat antidiabetes, hingga suntikan insulin jika diperlukan.

Memperhatikan tanda-tanda infeksi

Infeksi pada luka diabetes terjadi dengan gejala seperti demam, rasa sakit, kemerahan, pembengkaka,n atau terasa hangat di sekitar luka. Selain tanda-tanda di atas, infeksi juga bisa ditandai dengan luka yang berair, bernanah, disertai bau tidak sedap.

Semakin cepat mengenali gejala, semakin dini pula cara merawat luka diabetes bisa dilakukan.

Memenuhi asupan makanan

Untuk mempercepat proses penyembuhan luka, Anda juga dianjurkan untuk memerhatikan asupan nutrisi harian. Salah satu nutrisi penting yang harus dipenuhi sehari-sehari untuk merawat luka diabetes adalah protein.

Protein diketahui dapat membantu memperbaiki jaringan kulit dan jaringan tubuh lainnya yang mengalami kerusakan. Kebutuhan kalori, lemak, serat, vitamin dan mineral, seperti zinc dan vitamin C, juga penting untuk tercukupi.

Menghubungi dokter

Jika luka diabetes tidak membaik dalam waktu 48 jam, atau muncul borok yang semakin banyak maka disarankan untuk segera menghubungi dokter. Jika hal ini tidak segera dilakukan, maka luka akan bertambah parah sehingga sulit untuk ditangani.

Mencegah Luka Diabetes Baru

Berhati-hati memotong kuku

Jika Anda menderita penyakit diabetes maka berhati-hatilah dalam memotong kuku, terlebih jika sudah pernah mengalami luka di kaki sebelumnya. Cara merawat luka diabetes ini bertujuan mencegah cedera yang mungkin bisa terjadi saat memotong kuku. Bila kesulitan dalam memotong kuku, jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada orang lain.

Rutin memeriksa kaki setiap hari

AYO BACA : Tips Aman Minum Susu untuk Penderita Diabetes

Penderita diabetes biasanya akan mengalami mati rasa pada bagian kakinya. Setelah beraktivitas maupun menggunakan sepatu, sebaiknya selalu periksa kaki dan telapak kaki.

Hal ini dilakukan guna menghindari luka kecil, kemerahan, dan bengkak yang tidak disadari. Selain itu, biasakan juga untuk mencuci kaki dan segera keringkan agar kaki selalu dalam keadaan bersih.

Mengenakan alas kaki yang nyaman

Guna mencegah munculnya luka pada kaki, disarankan untuk selalu mengenakan alas kaki ketika berada di dalam ataupun di luar ruangan. Selain itu, pilihlah alas kaki yang nyaman dan memiliki bantalan untuk tumit.

Hindari pula mengenakan alas kaki yang terlalu ketat dan keras karena hanya akan membuat kaki terluka.

Jangan merokok

Bila Anda memiliki riwayat penyakit diabetes, maka disarankan untuk berhenti merokok. Rokok membuat sirkulasi darah menjadi terhambat dan mengurangi jumlah oksigen ke seluruh tubuh.

Akibatnya, luka yang dimiliki akan bertambah parah dan proses penyembuhannya pun menjadi lebih lambat.

Rutin periksa ke dokter

Jangan lupa untuk rutin memeriksakan kaki dan anggota tubuh lainnya ke dokter untuk merawat luka diabetes. Dokter dapat memeriksa adanya tanda-tanda awal kerusakan saraf, sirkulasi darah yang buruk, atau luka yang terinfeksi, sehingga penanganan awal dapat diberikan.

Bila Anda memiliki riwayat diabetes dan luka yang tidak kunjung sembuh di kaki, maka segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan merawat luka diabetes yang tepat.

AYO BACA : Mengenal Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan 2, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar