bank bjb
  

Wisata di Kuningan Ditutup Dua Pekan

  Jumat, 18 Juni 2021   Redaksi AyoBandung.Com
Wisata di Kuningan Ditutup Dua Pekan
Alun-alun Kuningan. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KUNINGAN, AYOBANDUNG.COM -- Objek wisata di Kabupaten Kuningan ditutup mulai 16–28 Juni 2021. Hal itu sebagai upaya pengendalian penyebaran Covid-19 yang kasusnya terus mengalami peningkatan beberapa waktu terakhir.

"Ya, penutupan itu berdasarkan Surat Instruksi Bupati Kuningan Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penekanan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dan Pengendalian Penyebaran Corona Virus Desease 2019 di Kabupaten Kuningan," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskkominfo) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah kepada republika.co.id, Jumat, 18 Juni 2021.

Tak hanya menutup obyek wisata, dalam surat instruksi itu, Bupati Kuningan, Acep Purnama, juga melarang kegiatan resepsi/hajatan, seperti pernikahan/khitanan, baik secara terbuka/tertutup.

AYO BACA : 29 Desa Kuningan Siap Dikembangkan Jadi Desa Wisata

Selain itu, penyelenggaraan acara hiburan, hobi, komunitas dan olah raga berkelompok secara terbuka/tertutup juga dilarang selama periode waktu tersebut. Begitu pula hiburan malam/karaoke, bumi perkemahan dan glamping.

Sementara itu, bagi perangkat daerah yang akan melakukan kegiatan memobilisasi/mengumpulkan pegawai/masyarakat dalam jumlah besar, diminta untuk menunda pelaksanaannya. Kegiatan yang tidak begitu penting pun harus ditunda pelaksanaannya.

"Dan kegiatan rapat lebih diutamakan dalam bentuk virtual," tegas Acep dalam surat tersebut.

AYO BACA : Pemkab Kuningan dan Perhutani Potensikan Hutan untuk Pariwisata

Acep menambahkan, dengan adanya kenaikan signifikan kasus terpapar Covid-19, peningkatan angka kematian akibat Covid-19 dan tingginya tingkat keterisian tempat tidur Rumah Sakit (Bed Occupancy Ratio/ BOR), maka kegiatan masyarakat di fasilitas 'umum/tempat wisata/taman juga dilarang.

Acep pun menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang berbasis Mikro (PPKM Mikro) di seluruh desa dan kelurahan, sampai dengan tingkat RT/RW, yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19, sesuai kondisi wilayah dengan memperhatikan cakupan pemberlakuan pembatasan.

Instruksi tersebut disampaikan Acep kepada kepala perangkat daerah, satgas penanganan Covid-19 kecamatan, kelurahan dan desa, ketua RW dan RT, para pengusaha bidang pariwisata dan seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan.

"Saya harap instruksi ini dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab," tandas Acep.

AYO BACA : WARNING! BOR 12 RS di Kabupaten Kuningan Lewati Ambang Batas Aman WHO


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar