bank bjb
  

Survei: Mayoritas Lajang Nyaman Berkencan dengan Orang Sudah Divaksin

  Jumat, 18 Juni 2021   Editor
Survei: Mayoritas Lajang Nyaman Berkencan dengan Orang Sudah Divaksin
ilustrasi kencan. (ist)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Lunch Actually, perusahaan kencan yang berbasis di Asia, melakukan survei kepada 750 responden untuk mengetahui apakah Covid-19 dan vaksinasi berdampak pada perilaku dan preferensi kencan masyarakat.

Hasil survei menunjukkan, setidaknya 45% lajang setuju bahwa sangat penting bagi mereka untuk mengetahui apakah calon pasangan mereka telah divaksinasi, dan 76% mengatakan mereka merasa lebih aman untuk pergi berkencan secara langsung (face-to-face) jika pasangan mereka sudah divaksinasi.

Meskipun begitu, menanggapi pertanyaan apakah mereka bersedia dan terbuka untuk berkencan dengan seseorang yang belum menerima vaksin atau tidak bersedia divaksin, 73% dari total responden menjawab bersedia.

“Ketika kebanyakan lajang setuju bahwa pergi berkencan dengan calon pasangan yang telah divaksinasi bisa membuat mereka merasa aman dan memberikan ketenangan pikiran, ada pula hasil yang menunjukkan bahwa mayoritas dari mereka tetap bersedia dan terbuka akan pilihan pergi berkencan dengan seseorang yang belum divaksinasi,” kata Violet Lim, CEO dan Co-Founder Lunch Actually, dalam siaran pers, Jumat, 18 Juni 2021.

Menurut Violet, beberapa alasan yang mendasari pilihan orang yang tetap terbuka berkencan dengan yang belum divaksin adalah mereka menyadari vaksinasi tidak bisa menjadi jaminan utama seseorang akan terbebas dari risiko penularan virus.

“Lajang yang kami survei juga memahami adanya kemungkinan seseorang tidak bisa menerima sebuah vaksin karena alasan kesehatan seperti alergi akan kandungan tertentu. Oleh sebab itu, para lajang berpendapat mereka tidak ingin hal ini membatasi peluang mereka dalam mendapatkan teman kencan atau bahkan menyeleksi teman kencan hanya berdasarkan status vaksinasi mereka,” tambah dia.

Ketika ditanya lebih lanjut apakah vaksinasi memiliki peran dalam preferensi kencan mereka, 79% lajang mengatakan mereka lebih memilih untuk berkencan dengan seseorang yang memiliki pandangan yang sama dengan mereka tentang Covid-19 dan vaksinasi.

“Pada akhirnya, bisa berdiskusi dengan seseorang mengenai pandangan mereka tentang vaksinasi, guna mencari tahu apakah mereka cocok untuk satu sama lain, menjadi faktor yang lebih krusial dibandingkan sekadar status vaksinasi merek,” kata Violet.

Violet pun mengatakan, sebuah tren menampilkan status vaksinasi dalam profil aplikasi kencan kian muncul. Ketika ditanya mengenai hal ini, sebanyak 30% lajang yang disurvei mengaku hal ini sangat membantu mereka mendapatkan lebih banyak match sementara 49% mengatakan hal ini mungkin saja berperan dalam mendapatkan lebih banyak match dalam aplikasi kencan.


  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar