bank bjb
  

3 Rekomendasi Destinasi Wisata Tempat Habitat Asli Monyet di Cirebon dan Kuningan

  Sabtu, 19 Juni 2021   Erika Lia
3 Rekomendasi Destinasi Wisata Tempat Habitat Asli Monyet di Cirebon dan Kuningan
Seekor monyet berkeliaran di habitatnya di kawasan Plangon, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, yang pula dijadikan objek wisata. (Erika Lia)

HARJAMUKTI, AYOCIREBON.COM- Rekomendasi tempat wisata di Cirebon dan Kuningan untuk melihat Habitat Monyet. Sejumlah habitat monyet di Cirebon dan Kuningan telah menarik minat banyak orang hingga dijadikan objek wisata.

Sebut saja Petilasan Sunan Kalijaga di Kota Cirebon, Plangon di Kabupaten Cirebon, maupun Leuweung Monyet di Kabupaten Kuningan.

Banyak orang memilih menghabiskan masa libur maupun senggang mereka dengan bercengkerama bersama para monyet.

1. Petilasan Sunan Kalijaga

Petilasan Sunan Kalijaga merupakan salah satu bangunan cagar budaya (BCB) di Kota Cirebon yang terletak di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Disarikan Ayocirebon.com dari buku "Potensi Wisata Budaya Kota Cirebon" yang diterbitkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, di area situs ini terdapat bangunan petilasan Sunan Kalijaga yang dikenal dengan sebutan pasarean atau tempat beristirahat.

Sesuai namanya, tempat ini diyakini sebagai lokasi persinggahan Sunan Kalijaga yang kerap dijadikan salah satu lokasi wisata ziarah.

Area Petilasan Sunan Kalijaga dikelilingi batu kuta kosod (susunan bata merah).

Di pasarean, terdapat salah satu ruangan yang dipercaya sebagai bekas tempat tidur Sunan Kalijaga.

Di sekitar bangunan itu terdapat makam yang diyakini berisi para pengikut dan kerabat Sunan Kalijaga, termasuk makam orang kepercayaan Sunan Kalijaga, Syekh Khotim.

Menurut cerita rakyat, pasarean tersebut dibangun cicit Sunan Kalijaga sekitar abad ke-17.

Menurut cerita tutur, Sunan Kalijaga beberapa kali menetap di Cirebon untuk menimba ilmu. 

Salah satu kedatangannya berkaitan dengan tugasnya sebagai salah satu dari 9 Wali.

Kali terakhir dia menetap di Cirebon untuk merintis pembangunan Kerajaan Cirebon.

Pada masa kolonialisme Belanda, situs ini pernah dijadikan tempat pertemuan para panglima perang Kesultanan Kasepuhan, Kanoman, dan Mataram untuk menyusul strategi melawan penjajah.

Tak heran, langgam Mataram tampak dari sisi arkeologi pasarean.

Selain pasarean dan makam, terdapat pula sumur kuno yang diperkirakan berusia ratusan tahun yang dinamakan Sumur Wasiat.

Ada pula Masjid Keramat yang dahulu terbuat dari kayu dan beratap daun kelapa.

Area Petilasan Sunan Kalijaga rimbun oleh pepohonan dan tetumbuhan lain. Selain bangunan yang diyakini keramat, situs ini dihuni banyak monyet yang kerap bergelantungan dan berkejaran.

Monyet-monyet itu biasanya tertarik bila mengetahui pengunjung membawakan mereka makanan.

2. Plangon

Plangon berlokasi di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Dibanding Kalijaga, jumlah monyet yang tinggal di habitat Plangon diperkirakan lebih banyak.

Topografi Plangon berupa perbukitan dan hutan. Secara khusus, Plangon di bawah pengelolaan Keraton Kanoman Cirebon.

Dari catatan Ayocirebon.com, monyet-monyet di sini diyakini sebagai peliharaan Pangeran Panjunan atau Syekh Syarief Abdurrachman kala menyebarkan Islam di Tanah Jawa.

Pangeran Panjunan bahkan diyakini dimakamkan di Plangon, yang ditunjukkan dengan keberadaan sebuah makam.

Selain Pangeran Panjunan, sebuah makam lain juga terdapat di area ini yang dipercaya sebagai tempat peristirahatan terakhir Syekh Syarief Abdurrahim atau akrab dikenal Pangeran Panjunan.

Baik Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan, yang namanya sekarang digunakan sebagai nama kelurahan maupun kecamatan di Kota Cirebon, merupakan anak Raja Sulaeman bin Hud Al Baghdad dari Kerajaan Baghdad, Irak, pada abad ke-14.

Makam keduanya pun tak jarang didatangi para peziarah.

Para monyet di Plangon termasuk hewan yang keberadaannya dilindungi. Juru kunci Plangon, Hasanudin dalam sebuah wawancaranya bersama Ayocirebon.com menuturkan, para monyet terbagi dalam 6 kelompok dengan wilayah kekuasaan berbeda.

"Ada yang menempati bagian puncak hutan, tengah, maupun bawah. Setiap kelompok punya pimpinan," katanya.

Para pemimpin terpilih secara alami berdasarkan seleksi alam, yang terkuat yang menang.

Monyet-monyet di Plangon sudah tak asing dengan manusia. Sejak lama, manusia rupanya telah hadir di tengah mereka.

Karenanya, sebagian pengunjung bisa dengan berani bercengkerama dengan monyet-monyet itu.

Biasanya, pengunjung yang membawa makanan lebih disukai monyet. Mereka terutama menyukai bila pengunjung memberi kacang maupun pisang.

Meski begitu, menurut Hasanudin, para monyet pun kerap mencari makanannya sendiri di dalam hutan. Bila tidak, dia sendiri pun membawakan makanan bagi monyet-monyet itu.

3. Leuweung Monyet

Leuweung Monyet berada di Desa Cibeureum, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, yang dibuka sebagai salah satu destinasi wisata pada 2013.

Sama dengan 2 objek sebelumnya, Leuweung monyet merupakan area taman berhutan yang menawarkan tempat observasi untuk mengamati monyet liar di habitat aslinya.

Kawasan hutan di sini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Menurut cerita warga sekitar kepada Ayocirebon.com, monyet yang tinggal di sana merupakan para pengikut pendiri Desa Cibeureum. 

Di antara monyet berbulu coklat yang hidup di sana, beredar cerita keberadaan monyet berbulu putih. Namun, cerita ini belum dapat dibuktikan kebenarannya.

Nah, itu dia beberapa habitat monyet di Cirebon dan Kuningan yang dapat menjadi destinasi wisata.

Namun perlu pula diingat, meski beberapa orang kerap memberi makan para monyet saat berwisata, kebiasaan itu harus diubah.

Pasalnya, memberi makan monyet punya dampak buruk bagi gaya hidup mereka sendiri yang akan memengaruhi manusia itu sendiri


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar