bank bjb
  

Benarkah Hasil CT Value Tentukan Kesembuhan Pasien Covid-19?

  Rabu, 21 Juli 2021   Gelar Aldi S
Benarkah Hasil CT Value Tentukan Kesembuhan Pasien Covid-19?
ilustrasi hasil tes Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

​KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Benarkah hasil CT Value bisa menentukan hasil kesembuhan pasien Covid-19? Pasalnya belakangan ini tersebar luas pesan yang menyebutkan hal tersebut.

Dalam pesan yang beredar luas di media sosial tersebut, seperti di WhatsApp, disebutkan jika seseorang telah tes PCR Covid-19 maka wajib untuk meminta CT value.

Disebutkan juga dalam pesan itu terkait indikator dari CT value. Bila Semakin besar nilai CT, maka tingkat kesembuhan pasien Covid-19 semakin besar.

Berikut narasi pesan CT value itu:

Edukasi tentang PCR yg sangat menakutkan.
Jangan panik kalo hasil PCR positif doang, minta juga hasil CT nya.

Bagaimana membaca nilai CT dan kesimpulannya:

CT 0 – 11 hasil lab invalid
CT 12 – 20 buanyak virus
CT 21 – 30 fase penyembuhan
CT 31 – 40 sembuh

PCR tidak perlu diulang ulang karena tes PCR tidak bisa membedakan fragmen virus yg hidup atau mati.

Kalau hasil PCR tidak disertakan CT value mohon diminta, jangan terjebak dlm kebodohan.

Jadi jangan panik kalo hasil PCR positif doang, bukan vonis mati.

Pemeriksaan Fakta

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) membantah jika hasil CT menjadi acuan kesembuhan seseorang dari Covid-19.

Dalam unggahan di Twitter, IDI membeberkan empat fakta soal CT hasil kajian Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia.

1. Tidak ada pengelompokan baik, buruk, dan invalid berdasarkan CT Value.
2. CT Value tidak dapat dibandingkan antara lab karena ada perbedaan sampel yang diperiksa, metode, alat, dan reagen.
3. CT Value yang tinggi (31-40) dapat ditemukan juga di pada awal masa infeksi sehingga bisa menularkan.
4. Ada alat dan reagen yang memang mampu mendeteksi RNA virus dengan CT Valu <11>

IDI mengimbau,  bagaimanapun hasil CT value saat seseorang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan tes PCR, harus menjalani isolasi dan segera konsultasi dengan dokter.

Hal demikian juga pernah disinggung dokter spesialis paru dan pernapasan, dr. Jaka Pradipta. Dia mengungkapkan, nilai CT bukanlah tolak ukur kesembuhan pasien Covid-19. 

Di samping itu, bukan patokan apakah seseorang masih bisa menularkan Covid-19 . Hal ini disebabkan nilai CT dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor selain jumlah virus yang ditemukan dalam sampel tes PCR.

“Itu mitos dan menyesatkan, yang kita lihat adalah gejalanya dan perbaikan,: kata dia melalui siaran kanal YouTube Mayapada Hospital, dikutip oleh Suara.com pada Sabtu, 17 Juli 2021.

Terkait nilai CT value bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, Jaka mengatatakan, bukan sekadar jumlah virus yang ditemukan dalam sampel tes PCR.

"Contohnya, semakin dalam diperiksa, maka CT value-nya semakin turun. Mesinnya yang berbeda juga akan mempengaruhi hasil yang berbeda, proses penyimpanan dan proses pengerjaan akan menghasilkan pemeriksaan CT value yang berbeda," kata dia.

"Jadi nilai CT value itu bukan acuan, banyak pasien kritis dengan CT value tinggi dan bahkan pasien tanpa gejala CT value-nya rendah. Jadi jangan hiraukan CT value," tuturnya.

Kesimpulan

Dari berbagai macam fakta yang diuraikan para ahli, maka CT value bukan penentu kesembuhan seseorang dari Covid-19. Jadi pesan yang beredar seperti di atas tidak benar.

Sumber hoaks: Pesan berantai di Whatsapp

Link counter hoaks:

 
 
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar