Tafsir Ibnu Katsir tentang Peristiwa Isra Miraj Rasulullah SAW

- Kamis, 24 Februari 2022 | 17:05 WIB
Tafsir Ibnu Katsir tentang Peristiwa Isra Miraj Rasulullah SAW (Unsplash/Abdullah Oguk)
Tafsir Ibnu Katsir tentang Peristiwa Isra Miraj Rasulullah SAW (Unsplash/Abdullah Oguk)

AYOCIREBON.COM - Isra Miraj Rasulullah SAW merupakan peristiwa agung yang dialami Baginda Nabi Muhammad SAW. Ada banyak tafsir berkenaan dengan ragam rupa detil peristiwa di dalamnya, baik yang bersifat khusus maupun umum.

Ibnu Katsir, salah satu ilmuwan klasik dunia Islam, juga punya tafsir tersendiri mengenai Isra Miraj rasulullah SAW.

Berikut ini tafsir Ibnu Katsir tentang peristiwa Isra Miraj Rasuullah SAW seperti disadur dari republika.co.id.

Baca Juga: Sebelum Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW Pernah Shalat?

‘Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami.

Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.’ (QS Al-Isra’: 1)

Ismail ibnu Katsir dalam Tafsir Alquran al-Azim, menjelaskan penafsiran dari perjalan isra’ mi’raj Rasulullah yang terkandung dalam surah Al-Isra’ ayat satu. Ayat yang diawali dengan ‘Maha suci (Allah)’ merupakan pujian Allah SWT atas diri-Nya sendiri, karena kekuasaan-Nya atas apa yang tidak dikuasai oleh siapapun selain Dia.

“Dengan demikian, tidak ada Tuhan (yang berhak diibadahi) selain Dia dan tidak ada pula Tuhan selain diri-Nya saja,” jelas Ibnu Katsir yang dikutip Republika.

‘Yang telah memperjalankan hamba-Nya’, yaitu Nabi Muhammad SAW. “Pada suatu malam dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa” ditafsirkan sebagai perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram di Mekah ke Baitul Maqdis yang terletak di Iliya yang merupakan pusat para Nabi sejak Nabi Ibrahim.

Baca Juga: Benarkah Rasulullah SAW Melihat Allah SWT saat Isra Miraj?

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Sumber: republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini