Teror Klitih di Gedongkuning Jogja, Putra DPRD Kebumen jadi Korban

- Selasa, 5 April 2022 | 12:57 WIB
Kirk Marsh/Blend Images/Getty Images (Kirk Marsh/Blend Images/Getty Images)
Kirk Marsh/Blend Images/Getty Images (Kirk Marsh/Blend Images/Getty Images)

AYOCIREBON.COM - Jogja kembali dibikin heboh dengan aksi kejahatan jalanan alias klitih. Kali ini teror klitih terjadi di Gedongkuning, Jogja. Putra DPRD Kebumen jadi korban.

Dilansir dari suara.com, TKP klitih terjadi di sekitar Jalan Gedongkuning, Kotagede, Kota Yogyakarta. Aksi kejahatan terjadi pada Minggu 3 Maret 2022 dini hari WIB.

Satu korban pun jatuh, bernama Daffa Adzin Albazith (17). Dia tewas dalam kejadian nahas ini. Diketahui Daffa merupakan putra salah satu anggota DPRD Kebumen.

Baca Juga: RESMI! Herry Wirawan, Pelaku Pemerkosa 13 Santriwati di Bandung Divonis Hukuman Mati

"Beberapa waktu yang lalu tepatnya hari Minggu 3 April 2022 sekira jam 02.10 dini hari di Jalan Gedongkuning daerah Kotagede masuk wilayah hukum Polresta Yogyakarta terjadi kasus penganiayaan yang mengakibatkan seorang laki-laki meninggal dunia di rumah sakit," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Senin, 4 April 2022.

Peristiwa nahas itu, kata Ade, bermula saat kelompok korban yang terdiri dari 5 motor dengan 7 orang mencari makan di sebuah warmindo. Lokasi warmindo itu diketahui berada kurang lebih 50-100 meter sebelum TKP.

Saat itu beberapa orang dari rombongan korban sudah turun untuk memesan makanan di warmindo. Sebagian besar sisanya masih berada di atas motor dan baru akan turun.

Kemudian melintaslah 2 motor yang digunakan oleh 5 orang. Mereka meraung-raungkan gas seolah mengejek, "membleyer (mengegas motornya) seperti nada mengejek. Nah hal inilah yang menjadi pemicu," ujar Ade.

Kelompok korban yang merasa tidak terima dengan bleyeran itu akhirnya berusaha mengejar kelompok pelaku ke arah utara di Jalan Gedongkuning. Setidaknya ada 4 motor kelompok korban yang mengejar rombongan pelaku.

Tapi, kelompok pelaku yang sudah berada di depan dan dikejar itu kemudian berhenti hingga akhirnya memutar balik. Dengan maksud mereka menunggu kelompok korban untuk tiba.

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini