Rasulullah Tidak Bercampur dengan Istri di 10 Hari Terakhir Ramadhan

- Jumat, 22 April 2022 | 12:29 WIB
Rasulullah Tidak Bercampur dengan Istri di 10 Hari Terakhir Ramadhan (Pixabay/matponjot)
Rasulullah Tidak Bercampur dengan Istri di 10 Hari Terakhir Ramadhan (Pixabay/matponjot)

AYOCIREBON.COM - Berdasarkan tafsir sebuah hadits, disebutkan Rasulullah tidak bercampur dengan istri di 10 hari terakhir Ramadhan.

Rasulullah diketahui telah menganjurkan seraya mencontohkan kepada umat Islam untuk menghidupkan malam-malam sepertiga terakhir Ramadhan dengan amalan ibadah.

Riwayat tentang Rasulullah tidak bercampur dengan istri di 10 hari terakhir Ramadhan ini dinukil dari laman NU Online.

Baca Juga: 4 Keutamaan Itikaf 10 Hari Terakhir Ramadahan


Disebutkan bahwa Rasulullah SAW selama 10 malam hari terakhir Ramadhan selalu "mengencangkan gamisnya" sebagaimana diceritakan Aisyah radhiallahu anha dalam hadits berikut:

عن عائشة رضي الله عنها قالت كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر شد مئزره وأحيا ليله وأيقظ أهله

Terjemahannya: Dari Aisyah radhiallahu anha, dikatakannya, “Nabi ﷺ ketika memasuki sepuluh hari terakhir ‘mengencangkan gamisnya’, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR al-Bukhari).

Perkara 'mengencangkan gamisnya' ini lantas ditafsirkan lebih rinci oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani.

Baca Juga: 10 Hari Terakhir Ramadhan 2022 Kapan?

Dalam kitab Fathul Bari bi Syarhi Shahihi al-Bukhari (Dar Thibah, 2005) Jilid 5, Cetakan I, hal. 473, ia menerangkan bahwa yang dimaksud "mengencangkan gamisnya" adalah memisahkan diri dari istri-istri beliau sebagaimana kutipan berikut:

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Terkini