Manusia jadi Subjek Penularan PMK pada Ternak, Ini yang Disarankan DKPPP Kota Cirebon

- Senin, 16 Mei 2022 | 08:42 WIB
Beberapa sapi di kandang ternak milik Hamid di Kota Cirebon. Di tengah merebaknya PMK, peternak dituntut menerapkan pola hidup bersih. (Ayocirebon.com/Ayu Lestari)
Beberapa sapi di kandang ternak milik Hamid di Kota Cirebon. Di tengah merebaknya PMK, peternak dituntut menerapkan pola hidup bersih. (Ayocirebon.com/Ayu Lestari)

HARJAMUKTI, AYOCIREBON.COM- Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kini mewabah pada hewan ternak berkaki empat dan hewan berkuku genap ini, rupanya mudah menularkan ke hewan ternak lain dengan cepat.

Bukan hanya dari hewan ternak satu ke hewan ternak lain secara langsung melalui air liur dan kotoran, virus tersebut bisa bertahan pada benda yang dipakai oleh manusia sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

Kepala UPT RPH Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP Kota Cirebon), drh Nedya Febriyani memastikan, PMK tidak menular kepada manusia.

Namun, virus tipe A keluarga Picirnaviridae, genus Apthovirus yakni Aphtaee epizootecae, mampu hidup di benda yang dipakai manusia hingga berjam - jam.

"Justru manusia bisa menjadi sektor yang menularkan virus dari hewan satu ke hewan yang lain, misalnya datang ke peternakan bapak A yang ternyata ada virus menempel di sepatu, lalu berkunjung ke peternak B. Nah, dari sanalah penularan terjadi," katanya, Senin, 16 Mei 2022.

Meski demikian, virus ini bisa dimatikan dengan cara merendam pakaian dan benda lain usai dari kandang ternak menggunakan klorin.

Baca Juga: Geger Penyakit Mulut dan Kuku Serang Sapi di Jatim, Menularkah kepada Manusia ?

"Virus ini mudah mati oleh pemanasan dan suhu yang sangat dingin, atau bisa dengan klorin atau pemutih. Kalaupun melakukan disinfeksi kandang bisa dengan 57 cc klorin atau pemutih pakaian, atau bisa menggunakan sitrun, banyak yang bisa digunakan peternak untuk mencegah itu," jelasnya.

Masih dikatakannya, untuk mencegah persebaran virus tersebut, peternak bisa menyemprotkan disinfektan secara rutin sebanyak 2 kali dalam seminggu.

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini