Kisah Lengkap Sewu Dino, Lebih Horor dari KKN di Desa Penari!

- Jumat, 20 Mei 2022 | 17:25 WIB
Kisah Lengkap Sewu Dino, Lebih Horor dari KKN di Desa Penari! (Twitter: SimpleMan)
Kisah Lengkap Sewu Dino, Lebih Horor dari KKN di Desa Penari! (Twitter: SimpleMan)

"mbah Tamin muleh Sri, ayo takon mbah asu iku, pokoke kudu di jelasno onok opo ambeh cah gendeng iki" (Mbah tamin pulang Sri, ayo kita tanya orang tua anj*ng itu, dia harus menjelaskan semuanya, ada apa sama anak gila ini"

Erna pergi, Sri baru ingat pesan mbah Tamin. Ia langsung bergegas bersiap menghentikan Erna, Sri lari mengejar Erna. Untungnya, ia masih sempat mencengkram lengan Erna mereka terdiam di depan pintu rumah. Suara ketukan itu, terdengar lagi, setiap ketukannya, terdiri dari 3 ketukan,

Semakin lama, ketukannya semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat. Sampai, tidak ada ketukan lagi. Erna dan Sri saling berpandangan bingung keheningan menenggelamkan mereka di dalam rumah itu. Sebelum sesuatu menggebrak pintu dengan keras, hingga membuat mereka tersentak.

Lantas mereka hanya diam, berusaha tidak bersuara. Lalu dari belakang, seseorang melangkah masuk. Dini, melihat 2 temanya, terlihat kacau balau. Ia bingung, kemudian berujar "ga krungu mbah Tamin nyelok ta, ndang di bukak lawange" (kalian gak denger mbah tamin manggil, buka pintunya).

"he, ojok ngawor koen" (jangan ngawur kamu) celoteh Erna, namun Dini memaksa, bahkan Sri yang memegang tanganya. Dini pelototi, sampe akhirnya mereka mengalah.

Dini membuka pintu, di sana mbah Tamin berdiri. Ia hanya diam, menatap mereka semua. Sebelum melangkah masuk ke rumah anehnya, malam itu wajah mbah Tamin tampak merah padam ia tidak berbicara kepada mereka. Tidak membahas kenapa pintunya tidak langsung dibuka padahal ia sudah memanggil-manggil dari tadi.

Namun, Sri merasa mbah Tamin tahu bahwa ia baru saja lalai terhadap Dela. Sri dan yang lain mengikuti mbah Tamin. Beliu, masuk ke dalam kamar Dela. Lalu perlahan, ia membuka keranda bambu kuning. Ia membukanya, kali ini tanpa mengikat Dela terlebih dahulu seakan ingin mengulang kesalahan Sri.

Hanya Sri dan Erna yang memandang hal itu dengan ngeri. Sri mendekat perlahan, seakan ingin melihat lebih dekat apa yang orang tua itu lakukan. Lalu, tiba-tiba mata Dela terbuka, ia melihat mbah Tamin. Menatapnya cukup lama, sebelum menangis meraung layaknya gadis kecil.

"Loro ki, loro" (sakit ki, sakit sekali)

Dela hanya menangis.

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Tags

Artikel Terkait

Terkini