Kisah Lengkap Sewu Dino, Lebih Horor dari KKN di Desa Penari!

- Jumat, 20 Mei 2022 | 17:25 WIB
Kisah Lengkap Sewu Dino, Lebih Horor dari KKN di Desa Penari! (Twitter: SimpleMan)
Kisah Lengkap Sewu Dino, Lebih Horor dari KKN di Desa Penari! (Twitter: SimpleMan)

Sri yang mendengar pertanyaan itu, awalnya kaget, namun dengan tergagap, Sri bisa menjawabnya. Memang benar, ia lahir di hari kliwon tapi dia tidak tahu bila hari itu hari Jumat. Si pemilik jasa mengangguk seakan ia menemukan apa yang ia cari, bagi Sri itu sebuah pertanyaan aneh.

Baca Juga: Deretan Film Horor Setelah KKN di Desa Penari: Pengabdi Setan 2 - Sewu Dino - The Doll 3

"Hayangati ya Sri" (hari lahir kamu istimewa ya Sri) kata si pemilik jasa.

Lalu kemudian, ia membawa Sri keruangan lain yang lebih besar dan lebih megah. Ia diminta untuk menunggu. Di sana sudah ada 2 orang yang sudah duduk lebih dahulu. Selama berjam-jam, Sri menunggu di sana.

Ia lantas mengobrol dengan 2 orang yang duduk itu, namanya adalah Erna dan Dini. Usianya tidak jauh dari Sri, masih muda, dan belum menikah. Entah sampai mana mereka bicara, tiba-tiba si pemilik jasa memanggil salah satu dari mereka.

Erna adalah orang pertama yang dipanggil, disusul dengan Dini. Kini tinggal Sri sendirian yang duduk di ruang tunggu. Disela-sela kebosanannya menunggu, Sri melihat pemandangan di luar melalui jendela. Ia melihat banyak mobil yang terparkir, padahal sebelumnya tidak ada.

kini tiba giliran Sri yang di panggil, dengan ragu ia keluar berjalan menuju ruangan tadi yang sekarang ada si pemilik jasa dengan seorang wanita. Dia memakai pakaian adat, kebaya, lengkap dengan sanggul dan duduk anggun menatap Sri dari ujung kepala hingga mata kaki.

Sri diminta untuk duduk kemudian, si pemilik jasa memperkenalkan siapa wanita anggun itu namanya Kembang Krasa. Rupanya ia adalah pemilik rumah makan yang saat itu terkenal sekali seantero jawa timur. Sebegitu terkenalnya, kekayaannya, tidak perlu lagi dipertanyakan.

Sri hanya menunduk, ia masih segan menatap wanita itu.

"angkaten sirahmu ndok, ra usah wedi ngunu mbah ki wes tuwek, ra usah hormat koyok ngunu" (angkat kepalamu nak, tidak usah takut begitu, mbah ini sudah tua loh, tidak perlu sehormat itu)

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Tags

Artikel Terkait

Terkini