Kisah Lengkap Sewu Dino, Lebih Horor dari KKN di Desa Penari!

- Jumat, 20 Mei 2022 | 17:25 WIB
Kisah Lengkap Sewu Dino, Lebih Horor dari KKN di Desa Penari! (Twitter: SimpleMan)
Kisah Lengkap Sewu Dino, Lebih Horor dari KKN di Desa Penari! (Twitter: SimpleMan)

"celuk'en kancamu, ben ngerti, alasan kenek opo sedoyo onok nang kene" (panggil temanmu, biar mengerti, kenapa kalian ada disini)

Sri pun memanggil yang lain. Mbah Tamin duduk di sebuah kursi panjang, matanya menerawang jauh di teras rumah gubuk. Sementara Sri dan yang lain berdiri, siap dengan penjelasan tentang semua ini.

Suasana hutan kian mencekam, setiap sudut pohon seakan hidup dan mengamati mereka, Sri merasa kecil di tempat ini.

"aku isih iling, cah cilik ayu, ceria, ra nduwe duso" (aku masih ingat, anak kecil, cantik, ceria, belum punya dosa) "koyok jek wingi yo, tapi, cah cilik iku, sak iki, nang ambang nyowo, perkoro Santet menungso laknat!" (seperti baru kemarin rasanya, tapi sekarang, anak kecil itu

Terbaring sakit, melawan kodrat nyawanya, hanya karena santet dari manusia biadab!!) wajah mbah Tamin menegang, kosakata kalimatnya seperti penuh amarah, membuat Sri dan yang lain bergidik ngeri.

"cah cilik iku, Dela, yo iku, sing nang kamar"(anak kecil itu Dela, dia yang di kamar)

"SANTET?" ucap Sri dan yang lain bersamaan wajah Sri dan yang lain semakin menegang.

"iyo, mangkane, cah iku di gowo nang kene, disingitno, ben isok tahan, sampe ketemu Awulurane" (iya, karena itu dia di smebunyikan disini, biar bisa bertahan, sampai ketemu cara memasang santetnya)

"sak iki, tak uruki tugas'e njenengan kabeh yo" (sekarang waktunya saya memberitahu tugas kalian disini)

Mbah Tamin berdiri, ia seakan memberi tanda agar Sri dan yang lain mengikutinya. Ia berjalan di samping sisi rumah, banyak sekali potongan kayu yang disusun. Memang, rumah ini terlihat mengerikan, dengan pencahayaan yang hanya dari lampu petromak selain itu, kegelapan yang ada dimana-mana.

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Tags

Artikel Terkait

Terkini