Kisah Lengkap Sewu Dino, Lebih Horor dari KKN di Desa Penari!

- Jumat, 20 Mei 2022 | 17:25 WIB
Kisah Lengkap Sewu Dino, Lebih Horor dari KKN di Desa Penari! (Twitter: SimpleMan)
Kisah Lengkap Sewu Dino, Lebih Horor dari KKN di Desa Penari! (Twitter: SimpleMan)

Ia berhenti tepat di belakang rumah, ada sebuah pagar bambu. Di mana, di dalamnya ada sebuah sumur. Di sana, tempat untuk mandi dan tempat untuk mengambil air untuk kebutuhan hidup selama tinggal disini. Termasuk untuk basuh sudo (tubuh mati) Dela yang terbaring tak bergerak.

Sudah 3 hari berlalu, Sri, Dini dan Erna, bergantian mengurus Dela. Mulai memandikannya, memberinya minuman. Gadis itu lebih seperti gadis yang tengah koma di bandingkan gadis yang di santet entah oleh siapa dan bagaimana latar ceritanya masih terlalu awam untuk tahu, pikir Sri.

Suatu sore, Mbah Tamin akan pergi. Ia berpesan kepada Sri dan yang lainya, untuk tetap menjalankan tugasnya dan tidak melupakan pantangan yang sudah ia ucapkan. Salah satunya, untuk tidak lupa mengikat Dela saat membuka keranda itu.

Tidak lupa, mbah Tamin juga berpesan untuk tidak membukakan pintu pada malam ini. Siapapun dan bagaimanapun, jangan membuka pintu ucap mbah Tamin, sebelum ia pergi melangkah menembus pepohonan hutan. Sri yang mendengarnya, merasa merinding setiap ingat pesan orang tua itu.

Hari sudah gelap, Sri menutup pintu dan jendela. Lalu pergi ke kamar disana ia melihat Dini sudah tidur. Di sampingnya Erna tengah meringis menahan sakit.

"koen kenek opo Er?" (kamu kenapa Er) tanya Sri,

"Sri, aku oleh jaluk tulung" (Sri, aku boleh minta tolong tidak)

"jalok tolong opo?" (minta tolong apa?)

"engkok bengi, wayahku ngadusi Dela, isok mok ganteni, mene, wayahmu tak ganteni" (malam ini giliranku memandikan Dela, bisa kamu gantikan, besok, ganti aku yang gantikan kamu)

Pada awalnya, Sri keberatan namun melihat kondisi Erna Sri setuju. Setelah menerima permintaan Erna, Sri bersiap mengambil air. Ia lupa bahwa air di gentong dapur sudah habis. Terpaksa ia membuka pintu, bersiap untuk menimba air dari sumur.

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Tags

Artikel Terkait

Terkini