Kisah Lengkap Sewu Dino, Lebih Horor dari KKN di Desa Penari!

- Jumat, 20 Mei 2022 | 17:25 WIB
Kisah Lengkap Sewu Dino, Lebih Horor dari KKN di Desa Penari! (Twitter: SimpleMan)
Kisah Lengkap Sewu Dino, Lebih Horor dari KKN di Desa Penari! (Twitter: SimpleMan)

Walau awalnya ragu, Sri mematung di depan pintu. Lalu perlahan membukanya dan ia pun keluar. Entah perasaan tidak enak macam apa yang Sri rasakan. Malam ini, lebih hening dari biasanya tidak terdengar suara binatang malam. Seakan membawa ketakutan Sri yang selama ini ia tahan menyeruak keluar.

Sri melangkah keluar, ia cepat-cepat pergi ke sumur menimbanya. Lalu kembali, tapi dari sudut mata Sri jauh di salah satu pohon besar di samping pagar bambu kamar mandi Sri melihat ada wajah yang mengamati. Saat Sri menatapnya, wajah itu menghilang, Sri terdiam cukup lama. Namun, ia tetap melanjutkan tujuannya ia harus cepat melakukan tugasnya.

Sri segera menimba air dengan cepat, tidak lupa matanya awas menatap sekeliling. Seakan ia sedang dikejar sesuatu setelah semua selesai Sri berlari dan mengunci pintu. Perasaan lega langsung dirasakan oleh Sri. kini, ia melangkah menuju kamar Dela.

Sri meletakkan airnya, taburan kembang sudah ia lakukan. Kini, Sri membuka keranda Bambu kuning, mulai membasuh tubuh Erna dengan handuk kecil. Ia masih tertuju pada perut besarnya yang kata Erna di hamili oleh mbah Tamin. Namun, Sri tidak percaya ia selalu menyangkal ucapan itu.

Sri terus membasuhnya hingga sampai ke tangannya yang penuh luka borok. Di sana, Sri terdiam ia lupa belum mengikat tangan dan kaki Erna. Saat Sri baru menyadarinya, ia menatap Erna membuka mata, tersenyum menyeringai,melotot menatap Sri.

Dela

Kaget, Sri beringsut mundur namun Dela mencekik leher Sri kuat-kuat. Ia mengangah, menunjukkan gigi hitamnya yang membusuk. Terjadi pergulatan hebat antara Sri dan Dela, Sri hanya berusaha melepaskan cekikan Dela yang kuat sekali membuatnya hampir meregang nyawa.

"sopo koen ndok?" (siapa kamu nak?) tanya Dela, suaranya berat, nyaris menyerupai suara seorang wanita tua.

"nang ndi iki ndok?" (dimana ini nak)

Sri masih mencoba melepaskan cengkraman kuat itu. Namun Dela, terus menyeringai, air liurnya menetes matanya putih ia tersenyum.

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

The Last of Us: Perjalanan Berlanjut Ke Musim Kedua

Senin, 30 Januari 2023 | 13:44 WIB

Mengenal Color Grading Lewat Series 'The Last of Us'

Sabtu, 28 Januari 2023 | 07:32 WIB