Produksi Gula di Jawa Barat Baru 36 Persen, Cuma Buat Ngeteh

- Kamis, 23 Juni 2022 | 18:46 WIB
Ilustrasi gula pasir. (Pixabay)
Ilustrasi gula pasir. (Pixabay)

KESAMBI, AYOCIREBON.COM — Pemenuhan kebutuhan gula pasir yang berasal dari petani tebu di Jawa Barat belum memadai hingga kini.

Padahal, keberadaan komoditas gula berperan dalam pemeliharaan pangan dan revitalisasi pertanian.

Ketua DPP APTRI (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia), Fatchuddin Rosyidi menyampaikan, produksi gula di Jawa Barat hanya mampu berkisar 742.045 ton tebu.

"Dari produksi 700 ton tebu, hanya mampu menghasilkan 53.887 ton gula kristal," ungkapnya, Kamis, 23 Juni 2022.

Dengan kata lain, hasil produksi gula di Jawa Barat hanya dapat memenuhi kebutuhan sekitar 36% dari kebutuhan gula nasional.

Gula yang diproduksi di Jawa Barat setidaknya berasal dari 13.063 ha lahan tebu yang tersebar di 6 daerah, masing - masing Kabupaten Cirebon, Subang, Majalengka, Indramayu, Kuningan, dan Sumedang.

Ketua DPP APTRI, Fatchuddin Rosyidi (kanan) dan Ketua DPD APTRI Jawa Barat, Dudi Bahrudin (kiri) saat di Cirebon. (Ayocirebon.com / Ayu Lestari)

"Secara nasional, gula saat ini berada di urutan ke - 7 komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

Dari 8 pabrik gula yang semula beroperasi, kini hanya tersisa 2 pabrik gula (PG) di Jawa Barat, yaitu PG Tersana Baru di Kabupaten Cirebon dan PG Jatitujuh di Kabupaten Majalengka yang merupakan unit usaha dari PT PG Rajawali II.

Halaman:

Editor: Erika Lia

Tags

Artikel Terkait

Terkini