OTT di SMKN 5 Bandung, Kadisdik Jabar: Jangan Berani Main di PPDB 2022

- Kamis, 23 Juni 2022 | 23:56 WIB
Kadisdik Jabar Dedi Supandi mengaskan jangan ada yang berani bermain di PPDB 2022 melalui pungli kepada para orang tua dan siswa.
Kadisdik Jabar Dedi Supandi mengaskan jangan ada yang berani bermain di PPDB 2022 melalui pungli kepada para orang tua dan siswa.

AYOCIREBON.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat bersinergi dengan Satgas Saber Pungli Jabar pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 berbuah hasil. Kerjasama Disdik Jabar bersama tim Satgas Saber Pungli Jabar itu telah menunjukan kinerja guna mewujudkan PPDB 2022 di Jabar yang seadil-adilnya.

Diketahui, tim Satgas Saber Pungli Jabar melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum di SMKN 5 Bandung perihal dugaan pungutan liar, pada Kamis 23 Juni 2022.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, pada PPDB 2022 ini pihaknya telah melibatkan tim Satgas Saber Pungli. Karena itu, dia menegaskan jangan sampai ada oknum yang berani untuk melakukan pungutan liar.

"Saya tegaskan, jangan ada oknum yang berani bermain pada PPDB 2022 di Jabar," ujar Dedi Supandi, Kamis 23 Juni 2022.

Untuk mewujudkan PPDB 2022 di Jabar yang seadil-adilnya ini, Dedi mengajak seluruh pihak, termasuk kepada masyarakat agar tidak segan membuat aduan bilamana menemukan aksi pungutan liar.

"Kepada sekolah, instansi pendidikan atau masyarakat jangan segan untuk segera melaporkan jika menemukan pungli khususnya pada PPDB 2022 ini," katanya.

Dedi Supandi menyampaikan, sejak jauh-jauh hari pihaknya memang telah bekerjasama dengan tim Satgas Saber Pungli untuk menyikapi konflik pada PPDB. Salah satunya, dengan memberikan pembinaan terhadap seluruh kepala sekolah, SMA, SMK dan SLB baik negeri maupun swasta yang berada di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III (Kabupaten/Kota) Bekasi, pada Selasa 21 Juni 2022.

"Kejadian itu (OTT SMKN 5 Bandung) merupakan tindak lanjut kerjasama yang dilakukan Disdik (Jabar) dengan tim Satgas Saber Pungli untuk mencegah segala bentuk pungutan liar," katanya.

Terkait kejadian OTT di SMKN 5 Kota Bandung sendiri, Dedi Supandi mengatakan, pemberian sanksi masih menunggu hasil dari Gelar Perkara. Di mana, berdasarkan Gelar Perkara tersebut akan keluar sanksi, baik itu ringan, sedang maupun berat.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini