Orang yang Hendak Kurban Tidak Boleh Potong Rambut dan Kuku Setelah Dzulhijjah, Betulkah?

- Kamis, 30 Juni 2022 | 15:09 WIB
Orang yang Hendak Kurban Tidak Boleh Potong Rambut dan Kuku Setelah Dzulhijjah, Betulkah? (Shutterstock/Michal Ludwiczak)
Orang yang Hendak Kurban Tidak Boleh Potong Rambut dan Kuku Setelah Dzulhijjah, Betulkah? (Shutterstock/Michal Ludwiczak)

AYOCIREBON.COM - Betulkah orang yang hendak kurban Iduladha tidak boleh potong rambut dan kuku setelah masuk Dzulhijjah?

Dilansir dari laman MUI, ulama Syafiiyah, Malikiyah dan sebagian Hanabilah sepakat bahwa hukumnya potong rambut, kuku, dan bulu adalah makruh.

Pemberian hukum makruh potong rambut, kuku, dan bulu didasarkan pada hadits Rasulullah SAW:

حديث أم سلمة أن رسول الله صلّى الله عليه وسلم قال إذا رَأَيْتُمْ هِلالَ ذِي الحِجَّةِ، وأَرادَ أحَدُكُمْ أنْ يُضَحِّيَ، فَلْيُمْسِكْ عن شَعْرِهِ وأَظْفارِهِ

Hadits dari Ummu Salamah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda; jika kalian melihat hilal Dzulhijjah dan di antara kalian ada yang mau berkurban, maka jagalah rambut dan kukunya.

Baca Juga: Keutamaan 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah

Disebutkan bahwa sebagian Hanabilah ada yang lantas mengharamkan potong rambut, kuku, dan bulu. Alasannya, karena hadits tersebut dipahami secara tekstual.

Sementara Madzhab Hanafiah mengatakan potong rambut, kuku, dan bulu tidak makruh.

Cukur rambut, potong kuku, dan lain-lain seperti jimak tidaklah dilarang, menurut Madzhab Hanafiyah.

Sebuah hadits Rasulullah SAW diriwayatkan Aisyah RA:

Halaman:

Editor: Hengky Sulaksono

Sumber: MUI

Tags

Artikel Terkait

Terkini