Alun-alun Kejaksan Cirebon Diharap Ramah bagi Kelompok Marjinal

- Kamis, 11 Maret 2021 | 15:25 WIB
Proyek revitalisasi Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon. (Ayocirebon.com/Erika Lia)
Proyek revitalisasi Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, yang baru diharapkan lebih ramah bagi kelompok masyarakat yang termarjinalkan.

Sebagaimana diketahui, Alun-alun Kejaksan direvitalisasi sejak sekitar 2019. Sumber dana penataan alun-alun ini dari APBD Provinsi Jawa Barat, masing-masing Rp27,8 miliar untuk tahap pertama pada 2019 dan Rp14,1 miliar untuk tahap 2 berupa finishing.

Ketua Komunitas Sinau Kota, Zainal Abidin mengharapkan nilai fungsi alun-alun sebagai tempat sosial warga berlaku menyeluruh. Selain dijadikan benchmarking (tolok ukur), alun-alun juga saya harus dapat dinikmati semua kalangan.

"Saya harap Alun-alun baru ramah terhadap semua warga kota, termasuk warga miskin, difabel, minoritas, dan kelompok terpinggirkan lainnya," katanya kepada Ayocirebon.com, Kamis (11/3/2021).

Dia menilai, kebanyakan ruang publik di Kota Cirebon belum ramah bagi warga yang termarjinalkan. Taman kota maupun trotoar menjadi salah satu contoh ruang publik yang kebanyakan belum ramah bagi semua kelompok masyarakat di Kota Cirebon.

"Trotoar yang sesuai ketentuannya untuk pejalan kaki, termasuk teman-teman difabel, nyatanya masih banyak pedagang, tiang listrik, pohon, ojol, dan lainnya yang mengganggu hak mereka untuk mengakses fasilitas publik ini. Begitu juga taman kota," paparnya.

Keberadaan Alun-alun Kejaksan yang tengah menanti peresmian sendiri, lanjutnya, tak boleh dimonopoli pihak-pihak tertentu. Dia mengingatkan, sejak masa feodal, alun-alun menjadi tempat sosial warga dari semua kalangan.

"Nanti pasti ada food court atau galeri seni di sana, itu harus objektif dan betul-betul mewakili produk-produk kreatif Kota Cirebon. Jangan sampai ada yang memonopoli tempat," kemukanya.


Dia pun berharap, sebagai salah satu ruang publik, Alun-alun Kejaksan bebas dari benda-benda yang berpotensi merusak keindahan. Zainal di antaranya menunjuk reklame, bendera partai, spanduk iklan, dan lainnya, mengancam estetika ruang kota.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini