Ditinggal Masak Mi, Rumah Abrudohman Ambruk

- Selasa, 2 April 2019 | 13:31 WIB
Sebuah rumah di Dusun Cipicung, Desa Werasari, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, ambruk akibat hujan deras.
Sebuah rumah di Dusun Cipicung, Desa Werasari, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, ambruk akibat hujan deras.

MAJALENGKA, AYOCIREBON.COM -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, telah memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai bencana hidrometeorologis yang berpotensi terjadi di wilayah-wilayah yang telah mendapat hujan berintensitas tinggi.

Hingga kini, Wilayah Cirebon telah memasuki puncak musim hujan dengan curah hujan di atas 300 mm/bulan. Sedianya, berdasar prediksi BMKG, puncak musim hujan berlangsung selama Februari-Maret.

"Waspadai bencana hidrometeorologis berupa banjir, tanah, longsor, angin kencang, petir, maupun pohon tumbang," imbau Prakirawan BMKG Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Izyn kepada Ayocirebon.com.

Meski begitu, bencana datang tanpa disangka. Sebuah rumah di Dusun Cipicung, Desa Werasari, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, diketahui ambruk akibat hujan deras.

"Selasa (2/4/2019) pagi kami terima laporan ada rumah ambruk di Dusun Cipicung. Kejadiannya Senin (1/4/2019) malam," ungkap Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono, Selasa.

Rumah yang ambruk diketahui milik Abdurohman (43). Hujan deras disertai angin sejak Senin sore hingga malam hari telah merobohkan rumah panggung yang berukuran 4x6 meter persegi.

Kapolsek Malausma, Ipda Daud memastikan, tiada korban jiwa akibat kejadian itu. Pemilik rumah saat kejadian tengah tak berada di dalamnya.

"Abdurohman dan istri, Rusmiati, saat kejadian tengah berada di rumah mertuanya, Odeh, untuk memasak mie instan," ungkap Daud.

Meski rumah Odeh bersebelahan, dalam kejadian itu hanya rumah Abdurohman yang ambruk. Kondisi itu diduga karena bangunan rumah Abdurohman tergolong telah lapuk dan usang.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini