Garam Cirebon Tak Laku, Petani Keluhkan Harga Terus Anjlok

- Rabu, 3 Juli 2019 | 14:55 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan garam tradisional di Kampung Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (12/4/2019). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Pekerja menyelesaikan pembuatan garam tradisional di Kampung Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (12/4/2019). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

PANGENAN, AYOCIREBON.COM -- Para petani garam di Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, kebingungan menjual garam. Hasil panen tahun lalu yang belum laku terjual hingga memasuki panen tahun ini berpotensi menyebabkan timbunan garam di gudang bertambah.

Di Desa Rawaurip, ribuan ton garam tak laku itu tersimpan di gudang penyimpanan milik petambak maupun tengkulak. Petani garam mengeluhkan harga yang terus anjlok sejak tiba musim hujan pada akhir 2018.

"Pas musim hujan terakhir tahun lalu, harga garam di gudang penyimpanan Rp1.000 per kilogram. Harga itu terus turun menjadi Rp800 per kilogram, Rp700 per kilogram, dan sekarang Rp500 per kilogram," beber seorang petani garam, Toto.

Meski harga garam terus murah, tak banyak pembeli yang meminta. Menurutnya, satu orang petani garam saja bisa menyimpan 20-50 ton garam. Belum lagi tengkulak yang seorangnya saja bisa memiliki ratusan ton garam.

Akibatnya, garam-garam milik petani dan tengkulak pun menumpuk di gudang. Toto menyebut, beratnya mencapai ribuan ton.

Situasi itu diperparah dengan dimulainya panen garam pada musim kemarau tahun ini. Hal tersebut memicu kemerosotan harga garam semakin jauh mengingat stok yang bertambah.

"Untuk garam yang baru kami panen sekarang hanya dihargai Rp300 per kilogram. Ini pun tak banyak tengkulak yang mau beli, makanya saya bingung mau dijual kemana," tukasnya.

Toto mencemaskan bila panen raya garam berlangsung karena akan menambah timbunan garam baru. Pada gilirannya, kondisi itu akan membuat harga garam semakin anjlok untuk kesekian kalinya.

Petani garam lainnya, Warpin mengaku menyimpan 30 ton garam hasil panen tahun lalu. Hingga kini, tumpukan garam itu belum berhasil terjual.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini