• Kamis, 27 Januari 2022

Pedagang Makanan di Cirebon Belajar Manfaatkan Solusi Digital di Usia Senja

- Rabu, 1 Juli 2020 | 15:12 WIB
Tus Muliati, penjual makanan di food court sekitar GOR BIMA Cirebon. (Youtap)
Tus Muliati, penjual makanan di food court sekitar GOR BIMA Cirebon. (Youtap)

CIREBON, AYOCIREBON.COM -- Menyambut era baru new normal di tengah pandemi ini, semua sektor diminta bersiap untuk terus bergerak, tak terkecuali pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Beberapa hal penting harus menjadi perhatian khusus sebagai strategi adaptasi, baik itu kebersihan produk maupun inovasi cara berjualan. 

Seperti yang dilakukan oleh Tus Muliati (63), memiliki raga tua namun semangat muda, mungkin itu yang bisa menggambarkan dirinya. Meski usia sudah menginjak kepala 6, wanita yang akrab disapa dengan Bunda Entuy ini terus semangat mengais usaha meskipun di tengah pandemi Covid-19 ini. 

Penjual makanan di food court sekitar GOR BIMA Cirebon ini tak menyerah dan terus beradaptasi dengan mencoba hal baru supaya dagangannya tetap laku. Awalnya ia menjual makanan siap santap di etalasenya. Namun karena adanya pandemi, pedagang ini beralih dari menjual makanan siap saji di warungnya menjadi pelayanan pesanan nasi box dari kantor ke kantor agar terhindar dari kontaminasi yang mungkin bisa mencemarkan makanan. 

Bunda Entuy sendiri sudah menjalankan bisnisnya di bidang makanan dan minuman sejak kelahiran anak pertamanya. Beragam usaha makanan sudah dijajal mulai dari berjualan bahan makanan sperti bawang goreng, bumbu matang, cabe iris dan sambal goreng hingga makanan jadi seperti mpek-mpek dan batagor. 

Salah satu indikator kelancaran bisnis pedagang di masa sekarang adalah cerdas dalam mengelola operasional bisnisnya, tak terkecuali dalam melakukan perhitungan bisnis dengan benar dan praktis. Sehingga demi kelancaran bisnis, sudah tentu penting sekali bagi para pengusaha untuk melakukan pencatatan dari hasil penjualannya. Namun demikian, Bunda Entuy mengaku tidak pernah menghitung secara pasti untung rugi dalam berjualan karena tidak pernah melakukan pencatatan sama sekali selama 34 tahun berdagang. Bagi Bunda Entuy, yang terpenting berapapun penghasilan yang ia dapat bisa untuk membiayai kehidupan keluarganya. 

"Dari dulu, Bunda nggak pakai aturan ataupun catatan untuk mengelola bisnis. Fokus utama adalah bagaimana cara agar bisa mencapai target anak-anak tidak putus sekolah dan tetap hidup sehat. Jadi setiap ada pemasukan, langsung bunda gunakan. Apa yang ada pun Bunda jalani. Karena prinsip hidup Bunda ada dua yang jadi pegangan hidup, yang pertama Bismillah, dan yang kedua niat suci langkah pasti segalanya atas izin-Nya,” katanya. 

Sebelum mengenal solusi teknologi dari Youtap Indonesia,mungkin Bunda Entuy tidak pernah berpikir menggunakan teknologi untuk mengelola usahanya. Sama seperti emak-emak yang sering hanya menggunakan ponselnya untuk berkomunikasi, baik telepon maupun chat, dirinya pun tidak terbiasa menggunakan teknologi terbaru. Butuh upaya ekstra untuk bisa mengajaknya mencoba menggunakan teknologi terbaru. Sehingga meskipun memiliki ponsel canggih berfitur internet sejak 2019, Bunda Entuy mengakui ia hanya menggunakannya untuk komunikasi dan baca berita semata. 

Hingga akhirnya ia mengenal teknologi bernama Youtap Indonesia pada awal 2020. Diakui Bunda Entuy, awal mula dirinya mengenal Youtap adalah dari kerabat anaknya yang memiliki hubungan yang cukup dekat dengan dirinya. Semenjak saat itu Bunda Entuy mulai merasakan pemanfaatan teknologi yang sangat besar saat ia mulai belajar menggunakan teknologi tersebut. 

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Jadwal Samsat Keliling Majalengka, 27 Januari 2022

Kamis, 27 Januari 2022 | 05:25 WIB

Jadwal Pemadaman Listrik Kuningan, 26 Januari 2022

Rabu, 26 Januari 2022 | 05:35 WIB

Jadwal Pemadaman Listrik Kuningan, 26 Januari 2022

Rabu, 26 Januari 2022 | 05:35 WIB
X