Pencarian Korban Kapal Barokah Jaya di Perairan Indramayu Diperluas

- Senin, 5 April 2021 | 11:27 WIB
5 aoril 2021, Tim SAR gabungan mencari korban kecelakaan kapal antara MV Barokah Jaya dengan MV Habcoo Pioneer di perairan Indramayu. (Ayocirebon.com/Erika Lia)
5 aoril 2021, Tim SAR gabungan mencari korban kecelakaan kapal antara MV Barokah Jaya dengan MV Habcoo Pioneer di perairan Indramayu. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Tim SAR gabungan masih mencari sedikitnya 15 korban tabrakan kapal penangkap ikan asal Kabupaten Indramayu, MV Barokah Jaya di perairan Indramayu, Senin 5 April 2021.

MV Barokah Jaya diketahui bertabrakan dengan kapal MV Habcoo Pioneer pada Sabtu 3 April 2021 sore. Kejadian itu menyebabkan KM Barokah Jaya terbalik.

AYO BACA: Fiersa Besari Komentari Nikah Atta-Aurel Dihadiri Pejabat: Banyak Paradoks di Negeri Ini
AYO BACA: Sempat ke 4 Ribu, Kasus Covid-19 Indonesia Kini Naik 6 Ribu

Akibatnya, 32 nelayan MV Barokah Jaya tenggelam. Dari jumlah itu, 2 orang diketahui meninggal dunia dan 15 orang selamat.

Ke-17 nelayan yang berhasil ditemukan selanjutnya dievakuasi tim SAR gabungan pada Minggu 4 April 2021 malam. Sayang, 15 nelayan lain masih hilang.

Upaya pencarian terhadap para korban diperluas pada hari ke-3 ini. Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah menyebut, upaya pencarian hari ini dibagi menjadi 3 sektor dengan 3 peralatan utama (alut) yang digunakan.

AYO BACA: Jadwal dan Cara Pencairan BLT Kuliah dari Kemendikbud April 2021
AYO BACA: Impor Beras Bawa Sentimen Negatif, Harga Gabah Jadi Murah

"Ada 3 alut masing-masing KN SAR Wisnu dengan luas area pencarian 33 NM, KM Gelora Asmara dengan luas area 26.5 NM, dan KRI Cucut dengan luas area pencarian 38.7 NM," katanya seraya berharap operasi pencarian hari ini dapat membuahkan hasil.

Operasi SAR gabungan ini sendiri melibatkan beberapa personil dari Kantor SAR Bandung, Kantor SAR Jakarta, Basarnas Special Group (BSG), Lanal Cirebon, Polres Indramayu, Ditpolair Polda Jabar, BPBD Indramayu, UPP/Syahbandar Indramayu, Satpolair Polres Indramayu, Satpolair Polres Cirebon, HNSI Indramayu, OI Crisis Center Indramayu, Tagana, IEA, MAPAKSINU, FKAM, dan OCC UPW Indramayu.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini