Kang Hasan Bantah ada Mahar untuk PDIP

- Kamis, 18 Januari 2018 | 17:54 WIB
Pasangan TB Hasanudin-Anton Charliyan resmi mendatfar sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, Rabu (10/1/2018). (Irfan Al Faritsi/ayobandung)
Pasangan TB Hasanudin-Anton Charliyan resmi mendatfar sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, Rabu (10/1/2018). (Irfan Al Faritsi/ayobandung)

KEDAWUNG, AYOCIREBON.COM--Bakal calon Gubernur Jawa Barat TB Hasanuddin menegaskan dirinya tidak pernah dimintai uang mahar sedikit pun oleh partai pengusung agar bisa melenggang di Pilgub Jawa Barat. Hal itu dia sampaikan untuk menanggapi isu mahar politik yang terjadi di Pilkada Serentak 2018.

"Terkait mahar politik, PDI-P sangat mengharamkan adanya uang mahar," ujar Kang Hasan sapaan akrabnya kepada Ayocirebon, Kamis (18/1/2018).

Kang Hasan menjelaskan mahar politik itu adalah uang yang disetorkan kepada partai politik guna memuluskan langkah politik sang pemberi agar bisa mendapatkan rekomendasi pencalonan dari partai pengusung. 

Dia pun mengaku untuk pembiyaan kampanyenya di Pilgub Jawa Barat, sebagian besar dana tersebut berasal dari uang sumbangan sukarela dari sejumlah kader PDI-P.

"Kita gotong royong untuk acara-acara kampanye, bahkan kader siap membantu dengan asal tidak bertentangan atau melanggar aturan dari KPU," ucapnya.

Kang Hasan mengungkapkan alasan kenapa dirinya memutuskan untuk maju sebagai calon Gubernur di Pilgub Jawa Barat, lantaran adanya dorongan dari sejumlah kader PDI-P untuk bisa meramaikan bursa calon Gubernur Jawa Barat untuk periode 2018 - 2023.

"Saya diminta untuk maju di Pilgub Jawa Barat," ujarnya.

Editor: A. Dadan Muhanda

Tags

Terkini