Dai Bersertifikat MUI Disebut Mengedepankan Toleransi

- Selasa, 26 November 2019 | 14:28 WIB
Ilustrasi ceramah dari Ustaz kondang Subki Al-Bughury. (Ayotegal.com/Lilisnawati)
Ilustrasi ceramah dari Ustaz kondang Subki Al-Bughury. (Ayotegal.com/Lilisnawati)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Buya Anwar Abbas menyatakan, pihaknya berinisiatif mengeluarkan sertifikat dai sebagai dasar bagi MUI untuk merekomendasikan para dai yang akan terjun ke tengah masyarakat. Namun hal tersebut tidak dibebankan kepada para dai.

"Sertifikat dai yang dikeluarkan oleh MUI itu tidak wajib," ujar Buya Anwar Abbas kepada Ayojakarta.com saat dihubungi, Selasa(26/11/2019).

AYO BACA : 5 Bagian Tubuh Membuat Manusia Spesial

Adanya sertifikat yang telah diterima oleh seorang dai, berarti yang bersangkutan telah memiliki dan menguasai hal yang dianggap penting oleh MUI. Dengan demikian, sosok dai terkait diharapkan tak menimbulkan kegaduhan di tengah kehidupan masyarakat.

"Sehingga kalau ada yang meminta bantuan kepadanya untuk mendatangkan dai ke suatu tempat. Maka MUI tidak lagi ragu dan khawatir kehadiran dai tersebut akan menimbulkan masalah," terang Anwar.

AYO BACA : Stigma 'Kutukan' Orang Gangguan Jiwa di Cirebon Masih Beredar

Semisal dalam menghadapi masalah ikhtilaf atau perbedaan pendapat, dai yang telah mendapat sertifikat tentu akan menerima perbedaan pendapat tersebut.

"Oleh karena itu, dai yang telah menerima sertifikat itu tentu akan sangat mengedepankan toleransi dalam menghadapi masalah-masalah yang terkait dengan perbedaan pendapat tersebut," ujarnya.

Menurutnya, sikap seperti ini jelas sangat diperlukan agar kehidupan di tengah masyarakat dapat berjalan dengan baik, aman, tentram, dan damai. Namun dia kembali menegaskan bahwa sertifikat ini sifatnya tak wajib.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Cara Beli Fan Token $Persib Persib di Socios

Selasa, 27 September 2022 | 14:25 WIB