Pelabelan KKB Teroris Diprotes Gubernur Papua dan Pegiat HAM

- Jumat, 30 April 2021 | 15:32 WIB
Personel Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang beroperasi di Papua. (ist)
Personel Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang beroperasi di Papua. (ist)

JAYAPURA, AYOCIREBON -- Pemerintah  melabeli kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua, yang bernama Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), sebagai organisasi teroris.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan pelabelan tersebut berdasarkan usulan dari tokoh masyarakat dan pemerintah daerah Papua, serta aparat keamanan.

Lalu pelabelan ini dilakukan pemerintah usai tewasnya jenderal bintang satu TNI Brigjen TNI I Gusti Putu Danny di Papua saat meninjau lokasi pembakaran di sebuah desa.

"Maka apa yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan segala nama organisasinya dan orang-orang yang berafiliasi dengannya adalah tindakan teroris," ujar Mahfud di kantornya pada Kamis, 29 April 2021.

Menjawab itu, Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan pemerintah pusat harus melakukan kajian terlebih dahulu secara komprehensif dengan memperhatikan dampak sosial, ekonomi dan dampak hukum terhadap warganya ketika memberikan pelabelan tersebut.

Pemprov Papua, kata dia, menginginkan aparat keamanan untuk melakukan pemetaan terhadap anggota dan lokasi TPNPB, agar tidak ada warga Papua yang menjadi salah sasaran.

Dirinya juga khawatir pelabelan tersebut akan memiliki dampak psikosial bagi warga Papua di perantauan.

"Ini ditakutkan akan memunculkan stigmatisasi negatif yang baru bagi warga Papua yang ada di perantauan," kata Lukas Enembe dalam keterangan resmi pada Jumat, 30 April 2021.

Meski demikian, dia memastikan segala tindakan yang dilakukan oleh TPNPB-OPM adalah perbuatan yang meresahkan dan mencederai prinsip-prinsip dasar HAM.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Bagaimana Hubungan Intim Posisi Lotus?

Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:02 WIB