Panjang Lebar PKS Kutuk Kekerasan Israel: Bakal Surati Amerika, Ingatkan Seruan Soekarno

- Minggu, 16 Mei 2021 | 19:13 WIB
Presiden PKS Ahmad Syaikhu. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Presiden PKS Ahmad Syaikhu. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Partai Keadilan Sejahtera mengeluarkan pernyataan resmi atas konflik terbaru antara Israel dan Palestina, Minggu, 16 Mei 2021.

Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengatakan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina kali ini disebabkan oleh proses pengadilan kontroversial yang mengakibatkan tindakan pengusiran empat keluarga Palestina dari rumah mereka di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

Pengusiran ini dinilai bukanlah kebijakan parsial yang berdiri sendiri tetapi merupakan bagian yang integral dari tindakan penjajahan Israel terhadap rakyat Palestina, yang bertentangan dengan norma hak asasi manusia dan hukum internasional.

Gelombang protes rakyat Palestina terhadap tindakan pengusiran dan perampasan pemukiman warga sipil Palestina direspon dengan tindakan kekerasan oleh aparat rezim Zionis-Israel.

Tindakan kekerasan tersebut memuncak ketika satuan militer Israel melakukan tindakan kekerasan terhadap rakyat Palestina yang sedang melakukan ibadah Sholat Taraweh di Masjid Al Aqsha sehingga ratusan korban terluka.

Sejak insiden tersebut hingga saat ini, tercatat 145 warga sipil Palestina meninggal dunia, 41 di antaranya adalah anak-anak. Sekitar 950 warga sipil terluka dan lebih dari seribu warga sipil mengungsi.

Sehubungan dengan itu, PKS menyatakan mengutuk keras serangan Israel yang brutal dan sistematis kepada rakyat Palestina di Gaza. Israel terbukti secara jelas dan meyakinkan telah melakukan tindakan pengusiran, perampasan pemukiman secara ilegal, pembunuhan massal, serta pembersihan etnis (ethnic cleansing) kepada warga sipil Palestina, baik warga muslim maupun non-muslim, termasuk kepada anak-anak, perempuan, dan orang tua.

Tindakan agresi militer Israel juga menghancurkan berbagai sarana ibadah, sekolah, rumah sakit dan gedung milik jurnalis yang meliput secara damai di Gaza Palestina.

Lanjut Syaikhu, pihaknya menolak tegas segala bentuk narasi, wacana publik dan pandangan yang menyatakan bahwa Israel memiliki hak untuk melakukan pembelaan diri (self-defense), seolah-olah mereka adalah korban yang mengalami serangan sehingga memiliki hak untuk melancarkan tindakan kekerasan yang jelas-jelas mengarah kepada tindakan kejahatan kemanusiaan (crime against humanity).

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Bagaimana Hubungan Intim Posisi Lotus?

Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:02 WIB