Habib Bahar bin Smith Sebut Oknum Tunggangi Kasusnya

- Kamis, 3 Juni 2021 | 18:18 WIB
Habib Bahar bin Smith. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faristi)
Habib Bahar bin Smith. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faristi)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Dalam sidang pledoi kasus penganiayaan terhadap sopir taksi online, Habib Bahar bin Smith saat membacakan nota pembelaan mengatakan, kasus yang melibatkannya itu ditunggangi oleh oknum tertentu yang hendak menjatuhkan namanya. 

"Kasus saya adalah kasus yang telah jelas-jelas ditunggangi oleh oknum tertentu," ujar Bahar dalam sidang pledoi di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis, 3 Juni 2021.

Menurut Bahar, adanya peran oknum dalam kasus yang terjadi pada tahun 2018 itu menjadi alasan bagi Majelis Hakim dalam mengambil keputusan. Pernyataannya itu beriringan dengan kesepakatan kuasa hukum Habib Bahar bin Smith yang meminta Majelis Hakim untuk membatalkan tuntutan lima bulan penjara yang dijatuhkan. 

"Oleh karena itu, saya berharap keadilan. apabila Yang Mulia Hakim tidak memberikan keadilan, maka Yang Mulia bukan berurusan dengan saya, penasihat hukum, atau penuntut umum, tapi Yang Mulia berurusan dengan Yang Maha Adil, yaitu Allah SWT," tegas Bahar. 

Bahar bin Smith memang sudah mengakui perbuatannya salah di mata hukum pidana, tapi dinilainya tidak salah di mata hukum Islam. Pasalnya, menurut Bahar, penganiayaan yang dilakukannya itu merupakan bentuk pembelaan Bahar terhadap martabat istrinya.

"Yang saya lakukan benar dalam agama, dan saya mengakui salah dalam pidana," ungkap Bahar.

Diwakili oleh Ichwan Tuankotta, tim kuasa hukum Habib Bahar bin Smith minta tuntutan kasus penganiayaan sopir taksi online dicabut. Menurut Ichwan, seharusnya Bahar tidak perlu menjalani hukuman lima bulan penjara yang dijatuhkan kepadanya pada sidang putusan sebelumnya. Pasalnya, selain sudah meminta maaf dan ada keterangan saksi yang tidak terbukti, status Bahar sebagai pemimpin pesantren pun dicatut oleh Ichwan untuk menjadi pertimbangan hakim.

"Habib Bahar adalah kepala keluarga yang bertanggung jawab terhadap santri dan juga pecintanya yang menunggu (Bahar)," ujar Ichwan. 

Keterangan saksi yang terbantahkan dalam sidang adalah keterangan yang mengatakan adanya ancaman pembunuhan yang dilontarkan kepada Andriansyah selaku korban. Kesaksian yang tidak terbukti itu pun diminta untuk menjadi bahan pertimbangan hakim dalam mengambil keputusan. 

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Cara Dapatkan Primogems Cepat Genshin Impact 2.4

Rabu, 26 Januari 2022 | 16:25 WIB
X